Berfikirlah Sebelum Ramadhan

Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat, itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu? Sudah jarang di masjid, kalaupun ke masjid itu pun masbuk karena berangkat saat sudah iqomah. Baca ayatnya yang pendek-pendek agar lekas selesai. Dzikirnya super kilat, doanya cepat, dan segala macam puji untuk Allah, terlipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu. Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan: “Kalau tidak terlambat” atau “Asal nggak bangun kesiangan”. Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah?

Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampun kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka. Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan, kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata. Continue reading

Ramadhan

Segala puji bagi Allah Swt. yang tak pernah henti melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Sehingga kita masih diberikan kesempatan untuk melakukan amal sholeh untuk kehidupan kita di akhirat kelak.

Shalawat serta salam semoga selalu tercurah atas junjungan kita Nabi sekaligus Rasulullah yakni Muhammad Saw.

Seiring waktu berlalu, seiring dengan kehidupan yang waktunya tak pernah berhenti berputar., Hari demi hari, jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik semakin mendekatkan diri kita kepada Ramadhan.

Pertanyaan terbesit dalam hati. Siapakah kita? Untuk apa kita menahan lapar, haus, nafsu, amarah? Rasulullah SAW dan para sahabat selalu menantikan bulan yang penuh hikmah ini. Merindukan manisnya beribadah serta pahala yang melimpah layaknya sebuah sumur dengan mata air yang tak pernah lekang dari rahmat Allah Swt. Continue reading

Bersiap Menyambut Ramadhan

“Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah memerintahkan berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu, dibukakan semua pintu surga, dikunci semua pintu neraka dan dibelenggu setan-setan. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan.” (HR Ahmad, An-Nasai, Al-Baihaqi)

Tidak terasa kita sudah berada di bulan Sya’ban. Kita akan kedatangan bulan yang dinanti-nanti segenap umat islam sedunia, yaitu bulan suci Ramadhan.

Ramadhan adalah bulan yang paling agung. Didalamnya segala keberkahan Allah berikan kepada hamba kesayangan-Nya. Pada bulan ini, kita diperintahkan menunaikan salah satu rukun Islam keempat, yaitu shaum. Pada bulan ini, Al-Quran diturunkan untuk pertama kalinya kepada Rasulullah SAW, tepatnya pada 17 Ramadhan. Pada bulan penuh ampunan ini, pintu surga dibuka lebar-lebar dan pintu neraka ditutup malaikat rapat-rapat. Sedangkan, setan dibelenggu.

Tidak ada cara lain bagi kita sebagai pengikut setia Muhammmad SAW, selain bergembira menyambut kedatangannya. Bergembira menyambut Ramadhan adalah representasi keimanan kepada Allah SWT. Bergembira menyambut Ramadhan merupakan modal awal sebelum mengisinya dengan aktivitas sesuai petunjuk Rasulullah SAW. Continue reading

Marhaban ya Ramadhan

“Ya Allah, Berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah (usia) kami ke bulan Ramadhan” (HR An-Nasai, Abu Dawud dan Tirmidzi)

Sudah selayaknya setiap Muslim merasa gembira dan bahagia dengan akan hadirnya bulan Ramadhan, karena Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, rahmat dan ampunan. Ramadhan adalah bulan yang agung, bulan di-ijabah-nya doa, bulan diterimanya ketaatan, dan berbagai keutamaan lainnya. Rasulullah SAW berdoa kepada Allah agar usianya bisa disampaikan menemui bulan Ramadhan, sebagaimana dalam hadits yang telah disebutkan di atas.

Jika kita memperhatikan hadits tersebut, maka ada beberapa hal yang dapat kita ambil sebagai pelajaran :

Pertama, tarhib. Tarhib yaitu penyambutan dengan penuh suka cita terhadap bulan Ramadhan. Rasulullah saw melakukan ini semenjak bulan Rajab. Ini menunjukan betapa rindu dan bahagianya Rasulullah SAW terhadap akan datangnya bulan ini. Mengapa demikian? Karena beliau mengetahui keutamaan-keutamaan yang terkandung di dalamnya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Thabrani, Rasulullah SAW bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka sambutlah dengan selamat dating kepadanya. Telah dating bulan puasa membawa segala rupa keberkahan, maka alangkah mulianya tamu yang agung itu.” Continue reading

Nisab Gaji Pegawai

Pertanyaan :

  1. Berapa sesungguhnya nisab gaji pegawai itu?
  2. Apakah Zakat gaji tersebut dikeluarkan setelah dikurangi kebutuhan pokok atau tidak?
  3. Jika kita membeli mobil, kulkas, atau peralatan lainnya, apakah dikenakan zakat atau tidak?
  4. Bagaimana sesungguhnya pengertian dari harta perdagangan yang harus dikeluarkan zakatnya itu?

Jawaban :

Dalam menentukan nisab gaji pegawai, pendapat ulama terbagi menjadi dua. Pertama, penghasilan satu tahun senilai 85 gr emas, lalu dikeluarkan zakatnya setahun sekali sebanyak 2,5%. Kedua, dianalogikan pada zakat tanaman sebanyakn 653 kg (misalnya padi), dikeluarkan setiap me-nerima penghasilan/gaji sebanyak 2,5 persen. Pendapat ini dikemukakan oleh Muhammad Ghazali dalam bukunya Islam dan Permasalahan Perekonomian, seperti dikutip oleh Dr. Yusuf Qardhawi (Fikih Zakat, him. 580).

Menurut pendapat ini, jika seorang pegawai berpeng-hasilan 650 ribu ke atas setiap bulannya (jika harga emas < Rp91.000,00) maka setiap menerima gaji harus mengeluarkan zakatnya sebesar 2,5%. Jika berpegang pada pendapat kedua maka zakat dikeluarkan tanpa terlebih dahulu dipotong kebutuhan pokok, persis dengan petani ketika mengeluarkan zakat hasil panennya. Continue reading

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1429 H

Satu harapan, bahwa permulaan bulan Ramadhan 1429 H kali ini akan serempak. Terlepas berbagai kriteria (Hisab, Rukyah, Matla’ dll) penentuan awal bulan dalam Islam atau dalam kalender Hijriyah, berikut saya kumpulkan beberapa Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1429 H untuk beberapa kota di Indonesia. Jadwal Imsakiyah ini atas jerih payah Ikhwan saya di RHI Gresik, Pak Ibnu Zahid Abdo el-Moeid dan RHI Kebumen, Pak Ma’rufin Sudibyo (Baarokallahu fiihimaa). Berlaku dari tahun 1317-9665 H = 1900 – 9999 M, untuk semua kota-kota besar di Indonesia.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1429 H, telah mudah didapat. Banyak aplikasi yang sudah disiapkan oleh para programmer guna mempermudah penyusunan Jadwal Imsakiyah Ramadhan, dari tahun dan lokasi tertentu; asal data siap.

Secara Online, PKPU dan DETIK telah menyiapkan aplikasi berbasis Web untuk pembuatan atau penyusunan Jadwal Imsakiyah Ramadhan-khususnya tahun 1429 H kali ini. Continue reading

Fakultas-Fakultas Al Azhar University

Fakultas Agama (Adaby)

Untuk fakultas-fakultas adabiy (agama) jenjang studi yang dibuka meliputi program:
* Under Graduate (Kulliyah atau S1)
* Post Graduate (Dirâsah ‘Ulya atau S2 dan S3)

Masa pendidikan resmi program Under Graduate (S1) selama 4 tahun (kecuali fakultas Syari’ah Islamiyah jurusan Syari’ah wal Qanun menempuh masa studi 5 tahun). Sedangkan program Magister (S2) hanya menjalani masa studi 2 tahun dan dilanjutkan masa penulisan thesis secara terpisah. Proses penerimaan mahasiswa program S2 di al Azhar dilakukan melalui tes hafalan Qur’an 8 juz, sehingga kesempatannya lebih terbuka, tanpa membedakan nilai akhir mahasiswa lulusan S1 (Lc.). Untuk pencapaian gelar Doktor (S3) cukup dengan mengajukan disertasi.

Pada tahapan program Under Graduate (S1), sistem pendidikan yang diterapkan memang agak ketat. Agar bisa melanjutkan ke tingkat berikutnya, mahasiswa harus menyelesaikan seluruh mata kuliah pada setiap tingkat dan hanya diperbolehkan memiliki maksimal dua sisa mata kuliah pada tingkat sebelumnya. Sementara bagi yang memiliki sisa mata kuliah lebih dari dua, terpaksa mengulang setahun lagi pada tingkat yang sama, khusus menyelesaikan mata kuliah yang tertinggal. Kecuali tingkat II dan tingkat IV, mahasiswa diberi kesempatan ikut ujian Daur Tsani (gelombang kedua) atau tashfiyah bagi yang tersisa 2 mata kuliah. Bila pada ujian fase ini juga belum tuntas, maka diharuskan mengulang setahun lagi khusus dua atau satu mata kuliah sisa tersebut. Kesempatan mengulang studi (i’âdah) pada tingkat I dan II cuma diberikan 2 kali (2 tahun), andai pada tahun ketiga belum lulus hingga batas maksimal, maka mahasiswa akan dikeluarkan (mafshûl). Adapun bagi tingkat III, ada “jatah” i’âdah sebanyak 4 tahun.

Diantara dispensasi yang diberikan al Azhar terhadap fakultas keislaman ini ialah “bebas biaya pendidikan” alias gratis. Mahasiswa hanya perlu membeli buku/diktat kuliah yang diterbitkan al Azhar dan sedikit biaya administrasi pembuatan kartu mahasiswa. Continue reading