Bersiap Menyambut Ramadhan

“Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah memerintahkan berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu, dibukakan semua pintu surga, dikunci semua pintu neraka dan dibelenggu setan-setan. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan.” (HR Ahmad, An-Nasai, Al-Baihaqi)

Tidak terasa kita sudah berada di bulan Sya’ban. Kita akan kedatangan bulan yang dinanti-nanti segenap umat islam sedunia, yaitu bulan suci Ramadhan.

Ramadhan adalah bulan yang paling agung. Didalamnya segala keberkahan Allah berikan kepada hamba kesayangan-Nya. Pada bulan ini, kita diperintahkan menunaikan salah satu rukun Islam keempat, yaitu shaum. Pada bulan ini, Al-Quran diturunkan untuk pertama kalinya kepada Rasulullah SAW, tepatnya pada 17 Ramadhan. Pada bulan penuh ampunan ini, pintu surga dibuka lebar-lebar dan pintu neraka ditutup malaikat rapat-rapat. Sedangkan, setan dibelenggu.

Tidak ada cara lain bagi kita sebagai pengikut setia Muhammmad SAW, selain bergembira menyambut kedatangannya. Bergembira menyambut Ramadhan adalah representasi keimanan kepada Allah SWT. Bergembira menyambut Ramadhan merupakan modal awal sebelum mengisinya dengan aktivitas sesuai petunjuk Rasulullah SAW. Continue reading

Advertisements

Memaknai Kembali Sang Khalik (2)

Kita harus mencari Siapakah sebenarnya Tuhan Yang Satu itu. Inilah orang-orang yang menggunakan kesadaran Tauhidnya untuk mencari eksistensi Ketuhanan. Sang Penguasa Tunggal Jagat Semesta Raya.

Jadi orang yang percaya terhadap keberadaan Tuhan pun belum tentu ia telah berTuhan dengan benar. Karena, memang latar belakangnya bisa sangat beragam. Setidaknya mereka memiliki tingkat-tingkat kualitas yang berbeda-beda di dalam mempersepsikan dan berinteraksi dengan Tuhannya. Sehingga jika seseorang merasa risau ketika ditanya tetang Tuhan yang diimajinasikannya, maka paling tidak tulisan ini menjadi stimulasi untuk mencari tuhan, baik dalam mempersepsi maupun dalam berinteraksi, dan meningkatkan kualitas berTuhan.

Pada tingkatan yang sempurna orang yang bertemu pada Tuhan yang satu, akan terjadi interaksi lebih intensif bahkan terasa terjadi dialogis dalam 2 arah, disinilah seseorang telah menemukan Tuhannya. Continue reading

Memikul Beban Yang Lemah

“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shaleh, kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga ; mereka kekal di dalamnya.” (QS AL-Araf[7]:42)

Kebahagiaan adalah kebutuhan hakiki setiap manusia. Jalan untuk meraihnya tidak seluruhnya lurus dan mulus. Kita akan menemukan jalan bergelombang penuh belokan dan tanjakan, tidak rata, berdebu, dan berkerikil. Meski banyak hambatan untuk meraihnya, kita harus menyakini bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang akan dirasakan setiap manusia.

Seseorang akan merasa bahagia pada umumnya ketika ia sedang berada dalam kelapangan, misalnya saat mendapatkan rezeki berupa materi atau selamat dari suatu musibah. Tidak sedikit pula orang yang merasa bahagia saat dibebaskan dari kesulitan oleh orang lain. Seseorang yang hatinya sedang ruwet dan gelisah, akan kembali tenang, tentram, dan bahagia ketika dibantu dicairkan solusi oleh orang lain.

Kita seharusnya mengambil jalan berbeda untuk mengambil jalan kebahagiaan. Jika orang lain berbahagia karena dibantu oleh yang lainnya, justeru kita harus berbahagia ketika membantu orang lain. Continue reading

Hari Kiamat

Hari Kiamat merupakan hari yang digambarkan sebagai musnahnya seluruh alam dan bumi dan kebangkitan semula. Kiamat berasal dari perkataan bahasa Arab iaitu قيام yang bermaksud bangkit atau bangun. Ia merupakan satu kepercayaan dalam agama Ibrahim, termasuk Yahudi, Kristian dan Islam. Continue reading