Generasi Berkualitas dan Tantangan Dunia Global (2)

Sejak 14 abad lalu, Islam telah memerintahkan kepada kita agar khawatir jika meninggalkan generasi yang lemah, baik mental maupun moralnya. “ Hendaklah kamu takut kepada Allah orang-oarng yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar,” (QS An-Nisa [4]: 9).

Dalam ayat ini disebutkan bahwa mencintai anak-anak dan harta benda merupakan fitnah manusia serta anak dan harta yang “disalehkan” akan bisa dipetik manfaatnya.

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan,” (QS Al-Kahfi[18]: 46) Continue reading

Advertisements

Tujuh Ciri Mendapatkan Kebaikan di Dunia

“Dan diantara mereka ada orang yang berdoa : “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan periharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah [2]: 201)

Menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya Dzat yang kita mintai pertolongan adalah sebuah keharusan. Sebab, Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Setiap kejadian, Allah-lah yang menentukannya. Dia menentukan takdir setiap urusan makhluk-Nya. Karenanya, jangan heran jika setiap muslim dianjurkan berdoa kepada Allah baik dalam keadaan sempit atau pun lapang, agar kebaikan selalu ada bersamanya.

Ada sebuah doa yang sudah menjadi favorit kaum muslimin agar memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat. Setiap berdoa, kita biasanya tidak melewatkan untuk membaca doa ini. Doa ini berbunyi, “Rabbana atina fi dunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina ‘adzabannar”. Artinya, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” Continue reading