Nasehat Ibrahim agar Selamat Dunia Akhirat

Banyak kisah tentang orang yang bertaubat dan kembali ke jalan Allah. Ada yang dramatis, ada pula yang biasa-biasa saja. Ada yang karena sebab-sebab sepele, ada pula yang melalui proses [anjang sebagai hasil pergulatan pemikiran dan pergolakan ruhani. Berikut ini adalah kisah orang yang telah sadar, yang ingin agar perilaku buruknya di masa lalu tidak lagi terulang.

Suatu hari, Ibrahim bin Adham yang sehari-hari dipanggil Abu Ishaq kedatangan tamu seorang laki-laki. Setelah menyampaikan berbagai pengakuan dosa dan kesalahannya di masa lalu dan tekadnya untuk bertobat, tamu tersebut ingin mendapatkan resep mejarab agar perbuatan lamanya tidak mudah kambuh. Kepada tamunya, Abu Ishaq menasihatkan, jika kamu mau menyerang dirimu dan kamu tidak mudah dihancurkan oleh kelezatan duniawi. Continue reading

Advertisements

Memaknai Kembali Sang Khalik (2)

Kita harus mencari Siapakah sebenarnya Tuhan Yang Satu itu. Inilah orang-orang yang menggunakan kesadaran Tauhidnya untuk mencari eksistensi Ketuhanan. Sang Penguasa Tunggal Jagat Semesta Raya.

Jadi orang yang percaya terhadap keberadaan Tuhan pun belum tentu ia telah berTuhan dengan benar. Karena, memang latar belakangnya bisa sangat beragam. Setidaknya mereka memiliki tingkat-tingkat kualitas yang berbeda-beda di dalam mempersepsikan dan berinteraksi dengan Tuhannya. Sehingga jika seseorang merasa risau ketika ditanya tetang Tuhan yang diimajinasikannya, maka paling tidak tulisan ini menjadi stimulasi untuk mencari tuhan, baik dalam mempersepsi maupun dalam berinteraksi, dan meningkatkan kualitas berTuhan.

Pada tingkatan yang sempurna orang yang bertemu pada Tuhan yang satu, akan terjadi interaksi lebih intensif bahkan terasa terjadi dialogis dalam 2 arah, disinilah seseorang telah menemukan Tuhannya. Continue reading

Agar Di Cintai Allah SWT

“ Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertakwa, orang yang kaya, dan orang yang tidak pamer.” (HR. Muslim)

Setiap kita pasti menginginkan dicintai oleh Allah. Karena, jika Allah mencintai kita, maka kebahagiaan di dunia dan di akhirat akan kita raih. Pertanyaannya, bagaimanakah caranya agar kita bisa dicintai oleh Allah?

Jika kita merujuk kepada hadits Rasulullah SAW sebagaimana yang disebutkan diatas, maka ada 3 cara agar bisa dicintai Allah.

Pertama, menjadi orang yang bertakwa, Ali bin Abi Thalib memberikan batasan ciri-ciri orang yang bertakwa: 1). merasa takut kepada Allah. Takut kepada Allah berbeda dengan ketakutan kita kepada makhluk, jika kita takut kepada harimau maka kita akan menjauhinya. Namun, jika kita takut kepada Allah maka kita harus mendekati-Nya dengan senantiasa meningkatkan kualitas ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Efek positif dari rasa takut ini, maka akan muncul sikap hati-hati dalam berbuat, sehingga perbuatan kita tidak akan seenaknya, namun akan penuh pertimbangan. 2). tadabbur Al-Quran. Tadabbur artinya membaca Al-Quran disertai dengan memahami isinya. Al-Quran berisi pedoman dan petunjuk hidup, maka agar hidup ini selaras dan sesuai dengan kehendak Allah, salah satu caranya adalah dengan mengikuti petunjuk dari Al-Quran; 3). qanaah dalam hidup. Qanaah artinya merasa cukup dengan nikmat diberikan Allah. Sehingga hidup penuh dengan rasa syukur. Qanaah bukan berarti pasif, tapi aktif dalam berikhtiar, fokus dan bersungguh-sungguh dalam beramal, namun untuk hasil sepenuhnya diserahkan kapada Allah; 4). bersiap-siap menghadapi kematian. Orang yang bertakwa senantiasa ingat mati, sehingga hidupnya menjadi produktif dalam beramal sebagai bekal kepulangannya. Tiada waktu untuk leha-leha dan bermalas-malasan, karena dia tahu bahwa maut pasti akan datang sewaktu-waktu. Baginya, waktu adalah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan untuk memperbanyak amal ibadah. Rasulullah SAW bersabda “Pergunakan lima perkara sebelum datang lima perkara lagi : Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, mudamu sebelum tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu.” (HR. Baihaqi dari Ibnu Abbas). Continue reading