Tahun Baru atau Tahun Penindasan

Pesta kembang api telah usai. Semalam telah ramai orang-orang yang merayakan peralihan tahun baru Masehi. Hari ini hanya tinggal sampah-sampah berserakan dimana-mana. Dijalanan, tukang sapu pun bekerja lebih keras lagi untuk membuang bekas bakaran kembang api atau petasan. Tak ada sisa yang terjadi dari perayaan itu. Hanya untuk membuang uang. Membakar duit. Hanya bebunyian yang sekejapan saja.

Lalu apa yang terjadi setelah itu. Bisa dibilang, pagi ini orang yang telah merayakanya menghabiskan uang dan waktu. Bukan mencoba untuk sujud syukur kepada Allah SWT telah dipanjangkan umur sampai dengan 2008. Tapi kedepan apa yang harus kita lakukan. Melakukan aktivitas sehari-hari. Tanpa ada target tertentu? Continue reading

Advertisements

Umar dan Baitul Maqdis

Ketika akan memasuki Baitul Maqdis, akan disambut oleh pembesar Romawi dan masyarakat banyak, Umar disarankan mengganti pakaianya dengan yang mewah, mengganti ontanya dengan kuda yang gagah, Umar tidak mau bahkan marah seraya mengatakan, “ Kita adalah kaum yang diberikan kemuliaan oleh Allah dengan Islam. Bila kami mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Allah akan menghinakan kita”.

Suatu kalimat yang mengandung nilai-nilai keimanan yang sempurna, ketakwaan yang tinggi, akhlak yang agung, yang tidak sembarang orang mampu mengucapkan kalimat yang tegas tersebut, apalagi di zaman sekarang, bujukan meterialis dan kapitalis sangat menggoda.

Umar paham dan tahu bahwa kemuliaan seorang muslim disisi Allah bukan terletak pada pakaian yang indah, rumah yang mewah, harta yang melimpah, memiliki banyak sawah, makanan yang berkuah, sekali lagi bukan itu ! Mulianya seorang muslim disisi Allah terletak pada ketakwaannya, sikap rela sepenuh hati dan mengamalkan secara sempurna ajaran yang mulia (Islam) yang bersumber dari Dzat Yang Maha Mulia, Allah Yang Maha Agung. Continue reading