Biar Hanya Tarawih, Rukun dan Syarat Harus Diperhatikan

Ibadah shalat baik itu wajib maupun sunnat tanpa alasan apapun harus dilaksanakan secara tertib dan khusu’. Akan tetapi sering kali untuk shalat tarawih hal tersebut diabaikan, karena itu para imam yangakan memimpin shalat tarawih diingatkan untuk memperhatikan syarat dan rukun di dalam shalat.

“Shalat tarawih sama halnya dengan shalat-shalat lainnya yang harus mengikuti syarat dan rukun shalat. Karena itu seorang imam harus bertanggung jawab terhadap sah atau tidaknya shalat, ” kata Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia, KH Nuril Huda, di Jakarta. Continue reading

Advertisements

Berfikirlah Sebelum Ramadhan

Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat, itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu? Sudah jarang di masjid, kalaupun ke masjid itu pun masbuk karena berangkat saat sudah iqomah. Baca ayatnya yang pendek-pendek agar lekas selesai. Dzikirnya super kilat, doanya cepat, dan segala macam puji untuk Allah, terlipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu. Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan: “Kalau tidak terlambat” atau “Asal nggak bangun kesiangan”. Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah?

Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampun kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka. Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan, kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata. Continue reading

Memaknai Kembali Sang Khalik (2)

Kita harus mencari Siapakah sebenarnya Tuhan Yang Satu itu. Inilah orang-orang yang menggunakan kesadaran Tauhidnya untuk mencari eksistensi Ketuhanan. Sang Penguasa Tunggal Jagat Semesta Raya.

Jadi orang yang percaya terhadap keberadaan Tuhan pun belum tentu ia telah berTuhan dengan benar. Karena, memang latar belakangnya bisa sangat beragam. Setidaknya mereka memiliki tingkat-tingkat kualitas yang berbeda-beda di dalam mempersepsikan dan berinteraksi dengan Tuhannya. Sehingga jika seseorang merasa risau ketika ditanya tetang Tuhan yang diimajinasikannya, maka paling tidak tulisan ini menjadi stimulasi untuk mencari tuhan, baik dalam mempersepsi maupun dalam berinteraksi, dan meningkatkan kualitas berTuhan.

Pada tingkatan yang sempurna orang yang bertemu pada Tuhan yang satu, akan terjadi interaksi lebih intensif bahkan terasa terjadi dialogis dalam 2 arah, disinilah seseorang telah menemukan Tuhannya. Continue reading