Tahun Baru atau Tahun Penindasan

Pesta kembang api telah usai. Semalam telah ramai orang-orang yang merayakan peralihan tahun baru Masehi. Hari ini hanya tinggal sampah-sampah berserakan dimana-mana. Dijalanan, tukang sapu pun bekerja lebih keras lagi untuk membuang bekas bakaran kembang api atau petasan. Tak ada sisa yang terjadi dari perayaan itu. Hanya untuk membuang uang. Membakar duit. Hanya bebunyian yang sekejapan saja.

Lalu apa yang terjadi setelah itu. Bisa dibilang, pagi ini orang yang telah merayakanya menghabiskan uang dan waktu. Bukan mencoba untuk sujud syukur kepada Allah SWT telah dipanjangkan umur sampai dengan 2008. Tapi kedepan apa yang harus kita lakukan. Melakukan aktivitas sehari-hari. Tanpa ada target tertentu? Continue reading

Advertisements

Natal,Tahun Baru dan Krisis

Salah satu karakter da’wah Islam ialah Rahmatan Lil’aalamiin (Rahmat bagi semesta alam). Da’wah Islam merupakan ajakan kepada segenap umat manusia, bukan untuk kalangan atau kelompok tertentu saja. Ia bukan seruan yang ditujukan hanya untuk bangsa Arab. Ia merupakan penyebarluasan rahmat Allah ta’aala bagi manusia. Manusia manapun yang menyambut Da’wah Islam akan memperoleh ketenteraman. Suatu ketenteraman dalam arti sesungguhnya.

Kehadiran aktifitas Da’wah Islam menyebabkan umat manusia memiliki harapan. Sebab dengan hadirnya Da’wah Islam manusia menjadi berpeluang untuk hidup di bawah tuntunan wahyu ilahi. Ia menjadi terarah menuju jalan keselamatan di dunia maupun akhirat. Tanpa Da’wah Islam manusia akan berjalan dalam kegelapan tanpa arah dan tujuan yang jelas. Dan agar kita benar-benar menjadi bagian yang turut menyebarluaskan rahmat bagi semesta alam, maka tidak bisa tidak jalan yang mesti ditempuh adalah jalan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Sebab beliau-lah teladan utama dalam berperan sebagai rahmatan lil’aalamiin.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

”Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al-Anbiya ayat 107) Continue reading