Manajemen Informasi

Informasi. Sebuah kata yang tidak terlalu memancing perhatian banyak orang karena tidak terlihat bombaptis. Lain halnya dengan kata “revolusi”, “Jihad” “kudeta”, “krisis” dan sebagainya. Informasi berasal dari bahasa Inggris yakni, information. Dalam bahas Arab disebut dengan : ma’lumat.

Para pelaku bisnis misalnya, berusaha menguasai informasi baik melalu iklan produk atau jasa yang mereka tawarkan ke pasar maupun melalui penguasaan media sebagai sumber dan alat penyebar informasi itu sendiri. Tak jarang, informasi produk dagang tertentu dibuat sedemikian rupa, apalagi dengan kemasan multimedia, sehingga terkesan “bohong” yang tidak disadari kebanyakan pembaca atau pemirsanya. Korban iklanpun berjatuhan.

Para politisi dan pengiuasa juga berupaya menguasai sumber-sumber informasi yang akan membentuk opini masyarakat sehingga berbagai aktivitas politik dan jalannya kekuasaan mereka terkesan baik dan bersih. Penguasa yang menguasai informasi bisa dengan mudah membalikkan fakta apa yang sesunguhnya mereka lalukan. Kita masih ingat betapa istilah Bapak Pembangunan bagi mendiang Presiden soeharto begitu melekat dalam benak masyarakat di zaman Orde Baru. Berbagai kejahatan yang dilakukan rezim di zaman itu nyaris tidak terungkap ke permuakaan kecuali setelah dipaksa lengser oleh rakyat Mei 1998. Continue reading