Nada Dering Ayat Al Qur’an

Tulisan ini bukan untuk melarang bacaan Al Qur’an pada hanphone anda. Tetapi lebih baik kita berhati-hati dengan yang kita lakukan. Perlakukan ayat Al Qur’an dengan semestinya. Kecuali memang bacaan surat utuh yang bisa kita dengarkan seperti MP3 biasa. “Semoga kita tidak mengerjakan hal yang menurut kita baik, tetapi menurut Allah tidak baik”.

Lembaga Fiqih Islami yang bernaung dibawah Rabithah al ‘Alam al Islami pada pertemuannya di Mekah al Mukaramah yang dipimpin oleh Mufti Saudi Arabia, Syeikh Abdul Aziz Ali asy Syeikh melarang penggunaan ayat-ayat Al Qur’an sebagai nada dering maupun nada sambung pada HP karena hal itu termasuk merendahkan ayat-ayat Al Qur’an dan memposisikannya bukan pada posisi yang semestinya. Pendapat yang sama juga diungkapkan oleh Lembaga Permasalahan Islam Emirat, Dubai, Majlis Ifta’ Yordania serta Mufti Negara Mesir DR. Ali Jum’ah.

DR. Abdun Nasher Abul Bashal, Dekan Fakultas Syari’ah dan Studi Islam Universitas asy Syariqah mengatakan bahwa penggunaan ayat-ayat al Qur’an yang telah terekam sebagai pengingat pembicaraan, sms, ringtone dan yang lainnya pada HP untuk menerima orang yang meneleponnya adalah dilarang dan tidak diperbolehkan. Continue reading

85 Tahun Hancurnya Kekhalifahan Turki Ustmani

Tidak banyak muslim yang tahu bahwa 85 tahun yang lalu telah terjadi sebuah peristiwa yang sangat mempengaruhi perjalanan kehidupan umat Islam di seantero dunia. Persisnya pada tanggal 3 Maret 1924 Majelis Nasional Agung yang berada di Turki menyetujui tiga buah Undang-Undang yaitu: (1) menghapuskan kekhalifahan, (2) menurunkan khalifah dan (3) mengasingkannya bersama-sama dengan keluarganya.

Turki pada masa itu merupakan pusat pemerintahan Khilafah Islamiyah terakhir. Kekhalifahan terakhir umat Islam biasa dikenal sebagai Kesultanan Utsmani Turki alias The Ottoman Empire, demikian penyebutannya dalam kitab-kitab sejarah Eropa. Kekhalifahan Utsmani Turki merupakan kelanjutan sejarah panjang sistem pemerintahan Islam di bawah Ridha dan Rahmat Allah yang berawal jauh ke belakang semenjak Nabi Muhammad pertama kali memimpn Daulah Islamiyyah (Tatanan/Negara Islam) Pertama di kota Madinah.

Secara garis besar kita dapat membagi periode sejarah kepemimpinan Islam ke dalam lima periode utama berdasarkan sebuah Hadits Shahih Nabi riwayat Imam Ahmad.

تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ ا للهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ اَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًا ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا جَبَّرِيًّا ، فَتَكُوْنَ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، ثُمَّ سَكَتَ

“Periode an-Nubuwwah (kenabian) akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya, setelah itu datang periode khilafatun ‘ala minhaj an-Nubuwwah (kekhalifahan atas manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’aala mengangkatnya, kemudian datang periode mulkan aadhdhon (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa, selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’aala, setelah itu akan terulang kembali periode khilafatun ‘ala minhaj an-Nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam,”(HR Ahmad 17680). Continue reading

Ulama Mesir Menolak Revisi Buku-Buku Islam

Kalangan ulama di Mesir sedang gundah menyusul tercapainya kesepahaman antara Al-Azhar dan Vatikan untuk merevisi buku-buku sekolah yang isinya dianggap menyinggung sentimen agama tertentu.

Bulan Februari kemarin, sejumlah pejabat dari Al-Azhar dan para kardinal Vatikan bertemu di kota Roma dan membahas hubungan persahabatan antara kedua belah pihak serta masalah perdamaian dunia. Dalam pertemuan tersebut muncul usulan agar dilakukan revisi terhadap buku-buku sekolah yang memuat keterangan tentang ajaran agama lain.

“Buku-buku pendidikan selayaknya direvisi agar tidak memuat materi-materi yang mungkin bisa menyinggung sentimen agama dan penganut keyakinan lainnya, lewat dogma, sejarah dan ajaran moral yang salah,” demikian salah satu pernyataan hasil pertemuan tersebut. Continue reading

Indikasi Kehancuran Israel

Tahun ini, penjajahan Israel atas bumi Palestina memasuki tahun ke-61. Sebuah catatan yang panjang sekali. Selama dalam kurun waktu tersebut, sekarang ini, hampir 80% wilayah Palestina sudah berhasil dikuasai oleh para Zionis tersebut. Sehubungan dengan paham Anti-Semit yang merebak, banyak bangsa Yahudi yang “kembali” ke Israel (dalam bahasa Ibrani disebut dengan istilah aliyaa).

Paham Anti-Semit terjadi sedemikian rupa di luar perkiraan Israel sendiri. Isyu Holocaut yang selama ini dijadikan pelindung bagi Yahudi, perlahan-lahan mulai surut, dan bahkan banyak masyarakat Eropa sendiri yang tidak percaya kepada Holocaust sebenarnya. Di dalam negeri pun, Israel tengah “bertempur”. Para pemimpinnya saling sikut dan berebut kekuasaan. Friksi ini diyakini akan mengakibatkan tersendatnya kesatuan paham di antara mereka sendiri. Di sisi ekonomi, negara-negara yang selama ini memberikan bantuan kepada Israel mulai menuai protes dari rakyatnya untuk menghentikan kebijakan itu. Otomatis, Israel menjadi sedikit limbung. Salah satu yang membuat Israel melakukan agresi ke Gaza dua bulan silam salah satunya adalah untuk mencari sumber minyak baru dan air. Sudah beberapa waktu belakangan ini, Israel dilanda kekeringan. Sementara Hamas, sebagai penentang Israel nomor 1, seperti diprediksi banyak orang, malah semakin kuat pasca-agresi ke Gaza. Continue reading

Bendera La Ilaha ill-Allah Bukan Panji Sosialisme

Dalam bab kedua buku Petunjuk Jalan yang berjudul Wujud Metode Al-Qur’an, Sayyid Quthb menganalisa mengapa Allah mengharuskan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengibarkan bendera La ilaha ill-Allah bukan bendera lainnya. Padahal dengan mengibarkan bendera La ilaha ill-Allah bangsa Arab bukan saja enggan menerima seruan tersebut, tetapi bahkan menentang dengan keras sampai ke tingkat mengusir dan memerangi Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabat.

Tidakkah ada pilihan strategi lain yang lebih memperkecil resiko dan mengandung maslahat lebih besar? Misalnya, mengapa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam tidak diarahkan Allah untuk mengibarkan panji Sosialisme (kemasyarakatan) yang lebih solutif menghadapi problema sosial bangsa Arab yang diwarnai pertentangan kelas antara kaum borjuis elite minoritas yang berlaku zalim terhadap kaum mayoritas fakir-miskin  yang terzalimi? Bila bendera sosialisme yang dikibarkan sejak hari pertama sangat mungkin menghasilkan penerimaan kaum mayoritas dari kalangan bangsa Arab yang sedang tertindas. Perhatikanlahlah tulisan Sayyid Quthb berikut ini: Continue reading

Mekkah Sebagai Pusat Bumi

Makkah—juga disebut Bakkah—tempat di mana umat Islam melaksanakan haji itu terbukti sebagai tempat yang pertama diciptakan. Telah menjadi kenyataan ilmiah bahwa bola bumi ini pada mulanya tenggelam di dalam air (samudera yang sangat luas).

Kemudian gunung api di dasar samudera ini meletus dengan keras dan mengirimkan lava dan magma dalam jumlah besar yang membentuk ‘bukit’. Dan bukit ini adalah tempat Allah memerintahkan untuk menjadikannya lantai dari Ka’bah (kiblat). Batu basal Makkah dibuktikan oleh suatu studi ilmiah sebagai batu paling purba di bumi.

Jika demikian, ini berarti bahwa Allah terus-menerus memperluas dataran dari tempat ini. Jadi, ini adalah tempat yang paling tua di dunia. Continue reading

Pendidikan Jihad Komprehensif

Jihad merupakan ajaran Islam yang paling agung setelah dua kalimah syahadat. Karena jihad adalah bukti loyalitas dan ungkapan cinta pada Islam. Dan jihad secara umum mencakup seluruh aspek kehidupan, yang bertujuan untuk menegakkan masyarakat Islami dan membangun Daulah Islamiah yang ideal.

Imam Ibnu Al-Qayyim rahimahullâh mengatakan, para ulama sepakat bahwa secara umum jihad hukumnya fardhu ‘ain. Artinya setiap muslim wajib melakukan jihad, baik laki-laki maupun perempuan; baik dengan hati, lisan, harta benda, maupun tangan. Adapun jihad berperang dengan mempertaruhkan nyawa hukumnya fardhu kifâyah. Artinya jika sekelompok muslim telah melakukannya, maka gugurlah kewajiban berjihad atas seluruh muslim lainnya.

Namun jihad ini akan menjadi fardhu `ain pada tiga kondisi, pertama, jika jihad telah diserukan secara umum. Kedua, jika musuh memerangi negeri kaum muslimin. Dan ketiga, jika seorang muslim atau muslimah sedang berada di medan perang.

Jihad sangatlah penting untuk menjaga eksistensi umat Islam sebagai umat yang kuat, disegani, dan tidak menjadi objek keserakahan musuh yang membencinya. Oleh karena itu Allah mencela orang-orang yang malas dan tidak mau berjihad. Continue reading