Urgensi Kenabian Muhammad Saw Bagi Kemanusiaan

Risalah Penjagaan dan Pembelaan Terhadap Kebenaran

Adapun jika mereka (Ahludz Dzimmah) keluar dari undang-undang dan hukum Umat Islam atau memusuhinya atau membantu negara lain yang memusuhi Islam, maka tidak ada gunanya membiarakan hal ini. Sebab Allah berfirman,

إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَن تَوَلَّوْهُمْ وَمَن يَتَوَلَّهُمْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ ﴿٩﴾

“Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. dan Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, Maka mereka Itulah orang-orang yang zhalim.” (Al-Mumtahanah: 9)

Betapa miripnya hari ini dengan kemarin

Ketika memperhatikan kondisi dunia sekarang ini, kita melihat adanya upaya untuk kembali ke zaman Jahiliyah guna menghidupkan kezaliman dan kerusakan di muka bumi. Semenjak mundurnya kejayan Umat yang membawa nilai-nilai Risâlah Muhammadiyah (ajaran Muhammad Saw) dan menyebarluaskannya ke seluruh penjuru dunia ini, bangsa-bangsa Barat pun mulai maju dari segi materi. Segala macam kekuatan dan kecanggihan cenderung berpihak untuk kepentingan mereka. Mereka kemudian bergerak untuk menjajah dunia Timur dan berusaha menghilangkan kejayaan dan sejarahnya. Untuk merealisasikan semua itu mereka melakukan pembantaian-pembantaian keji dan penjajahan terhdap bangsa-bangsa terutama bangsa-bangsa Asia dan Afrika.

Sampai pada akhirnya manusia mengumumkan keinginan mereka untuk hidup bersama dalam kedamaian. Mereka sepakat untuk mendirikan organisasi Internasional untuk menjaga hal-hak mereka setelah Perang Dunia berdarah yang memusnahkan puluhan juta manusia. Mereka mengumumkan berdirinya PBB dan lembaga-lembaga lainnya yang secara zahir menyeru kepada kebebasan, keadilan, persamaan dan kemanusiaan. Akan tetapi, semua itu hanya sekedar jargon yang kosong dari isinya. Karena, tetap saja Negara-negara besar yang memiliki kekuatan militer yang besar, terutama Amerika, merekalah yang memegang kebijakan yang mengatur roda perjalanan dunia dengan sistem rasialisme yang dapat dilihat oleh siapa saja.

Masalah Palestina dan keberpihakan yang zalim

Gambaran paling jelas dari keberpihakan yang zalim ini terlihat pada upaya mereka mendirikan gerakan Zionis yang mereka sebut Negara Israel, di bumi Palestina. Padahal negara Israel ini adalah negara yang tidak mempunyai asal-usul yang jelas. Bukan merupakan sebuah bangsa yang hidup di atas negeri yang mempunyai wujud secara natural. Tetapi ia tidak lain adalah kumpulan kelompok-kelompok ekstrimis dari berbagai unsur, yang tidak disatukan oleh apapun selain ideologi Zionisme. Mereka meninggalkan negeri asalnya untuk mendiami negara buatan baru di atas negeri Palestina, seraya menzalimi hak-hak rakyat Palestina. Sebuah negara yang dibentuk melalui resolusi PBB yang zalim, pada tahun 1947 M, dengan persetujuan negara-negara besar imprealis, terutama Amerika.

Kelompok-kelompok ekstrimis tersebut mulai mendirikan eksistensinya dengan pembantaian yang keji, oprasi-oprasi pemusnahan massal dan pengusiran paksa rakyat Palestina, dengan didengar dan disaksikan oleh dunia internaisonal. Tidak cukup sekedar berasaskan resolusi yang zalim itu, negara-negara besar dunia terutama, menyokong tumbuhnya entitas baru ini dengan bantuan persenjataan besar-besaran dan modern, untuk merampas sisa-sisa tanah Palestina, bahkan melampauinya sampai merebut tanah-tanah Arab lainnya, melalui peperangan panjang dan pembantaian berkali-kali terhadap penduduk negara-negara Arab yang berada di sekeliling Palestina.

Mereka melabrak semua resolusi-resolusi—yang memang hanya sekedar formalitas—yang dikeluarkan oleh PBB tentang masalah Palestina. Dengan sangat sesumbar mereka mengumumkan penolakannya terhadap pengembalian para pengungsi Palestina, bahkan sampai akhir tanggal 4 Juni 1967. Sedangkan PBB sama sekali tidak berpikir bagaimana mengambil langkah-langkah kongkret untuk memaksa Israel menghormati resolusi-resolusi yang telah ditetapkannya. Walaupun sebenarnya resolusi itu adalah resolusi zalim yang memberikan tanah kepada orang yang tidak berhak memilikinya, dan yang memberi (PBB) sendiri juga tidak memiliki hak untuk memberikan tanah itu kepada orang tersebut.

Sungguh sebuah kezaliman yang aneh

Setiap hari Dunia Barat memperlihatkan kemunafikannya dalam warna yang baru. Pada waktu mereka berteriak-teriak menyuarakan demokrasi dan kebebasan, menyuarakan hak setiap bangsa untuk membela diri dan melawan penjajah yang merampas negerinya; pada saat yang sama mereka mengingkari hak ini terhadap bangsa Arab dan Islam, khususnya bumi Palestina. Ketika Veto Amerika memberangus setiap resolusi yang mengusung pelanggaran hak dan pembantaian yang dilakukan Zionis yang tidak peduli terhadap kemanusiaan, tumbuhan atau bebatuan; ketika itu juga Amerika tidak punya malu untuk mengatakan perlawanan bangsa Palestina sebagai aksi terorisme.

Di saat pemimpin-pemimpin negara Barat sama sekali tidak tergerak hatinya melihat pemandangan darah dan serpihan-serpihan daging anak-anak Palestina akibat senjata Phosfor yang terlarang secara internasional; pada saat yang sama mereka bersatu untuk memboikot para Mujahidin dan melarang pengiriman senjata-senjata ringan kepada mereka. Padahal mereka tidak pernah berhenti mengirimkan kapal-kapal perang, pesawat-pesawat tempur, intelejen-intelejen dan mempersembahkan segala jenis kecanggihan teknologi persenjataan kepada Israel guna mengoptimalkan pengepungan terhadap bangsa yang terzalimi dan perlawanan yang tak bersenjata.

Ketika penuntut umum ICC (International Criminal Court/Persidangan Pidana Internasional) berusaha agar dikeluarkan keputusan resmi internasional untuk menangkap presiden Sudan dengan alasan tuduhan palsu yang dibuat-buat berupa pembantaian massal; pada saat itu juga tidak pernah terdengar bahwa ia dan pihak lainnya bersuara lantang untuk mengajukan tuntutan agar petinggi-petinggi Zionis di seret ke meja persidangan ICC. Padahal merekalah sejatinya yang telah melakukan kejahatan-kejahatan di hadapan mata dan telinga setiap orang, serta disksikan oleh dunia internasional waktu demi waktu di layar televisi.

Di saat yayasan-yayasan kemanusiaan dan organisasi-organisasi perlindungan hewan yang berada di bawah PBB berusaha keras untuk mengkritik segala tindakan yang menyebabkan terbunuhnya seorang penduduk negara Barat atau Yahudi, di saat itu pula mereka hanya terdiam sunyi sesunyi pekuburan melihat kejahatan-kejahatan tidak berkemanusiaan yang diberitakan oleh banyak Televisi. Ribuan anak-anak, para wanita dan orang-orang tua menjadi korban. Namun dengan tenangnya sebagian mereka memutarbalikkan fakta, membenarkan agresi Israel dan mengatakan bahwa hal itu adalah tindakan pembelaan diri. Pada saat yang sama mereka menuding para pejuang sebagai pihak yang bertanggung jawab atas korban yang diakibatkan agresi ini, dan menganggapnya sebagai pelanggaran hak yang tidak dibenarkan sama sekali! Bahkan pihak-pihak yang tidak memiliki kemampuan untuk mengingkari kejahatan-kejahatan Zionis yang brutal ini dan ikut serta—dengan malu-malu—menuding Israel, namun mereka juga tidak lupa menyatakan bahwa para pejuang ikut bertanggung jawab dalam hal ini. Mereka menyamakan antara yang dikorbankan dan yang mengorbankan. Inilah yang dilakukan oleh Lembaga Amnseti Internasional akhir-akhir ini.

Kezaliman adalah penyebab kekacauan Golobal

Organisasi Ikhwan al-Muslimin ketika menyaksikan semua kezaliman yang memenuhi dunia sekarang ini, menegaskan kepada mereka yang memiliki akal sehat, bahwa kezaliman ini, standar penilaian yang zalim ini, serta keberpihakan zalim yang kontaras ini adalah sebab utama dari kekacauan global. Semua itulah yang sebenarnya menyebabkan peperangan-peperangan di seluruh muka bumi. Tidak akan ada kedamaian di Jazirah Arabia selama penjajah masih tetap bercokol di sana, selama berada di bawah naungan kezaliman dunia Internasional yang mendukung para pelaku kezaliman terhadap kezaliman mereka, menolak untuk mengembalikan hak kepada pemiliknya, dan selama mereka mengusung jargon-jargon keadilan dan kemanusiaan menurut definisis mereka dan menerapkannya di dunia ini.

Hanya keadilan yang akan menjamin kedamaian hidup manusia

Sesungguhnya umat manusia saat ini sangat membutuhkan risalah kenabian Muhammad Saw dan nilai-nilai ajaran yang dibawanya, untuk memberikan kebahagiaan pada dunia dan meluruskan arah hidup umat manusia. Tidak ada cara untuk mewujudkan kedamaian di muka bumi ini kecuali dengan kembali kepada nilai-nilai ajaran yang dibawa oleh nabi Muhammad Saw seperti persamaan, kebebasan, keadilan dan pengakuan hak kepada pemiliknya. Maka, apakah para cendikiawan, politikus, pemikir dan pembela hak-hak manusia memperhatikan seruan-seruan mulia yang mengajak kepada kebenaran yang dibawa oleh nabi Muhammad Saw ini?

Seyogyanya, para cendekiawan membuka rasio dan mata hati agar mereka dapat keluar dari ketidakstabilan dan kerusakan global yang mencekik leher umat manusia. Selamanya dakwah beliau yang mulia membreitahukan jalan keselamatan,

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْاْ إِلَى كَلَمَةٍ سَوَاء بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلاَّ نَعْبُدَ إِلاَّ اللّهَ وَلاَ نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلاَ يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضاً أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللّهِ فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُولُواْ اشْهَدُواْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ ﴿٦٤﴾

“Katakanlah: ‘Hai ahli Kitab! Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara Kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah’. Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka: ‘Saksikanlah, bahwa Kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)’.” (Ali Imran: 64).

One Response

  1. Ajaran Thorekat Imam Mahdi yang dibawa oleh Ir. Imam Sibaweh, ST.
    Dalam halaman-halaman berikut ini akan diuraikan ihwal arti dan makna ayat-ayat yang tersembunyi dalam al’qur’an dan hadits, khususnya datangnya dajjal dan bangkitnya Imam Mahdi a.s. dan nabi Isa a.s. saat ini, ditinjau dari hadits yang diterangkan oleh al-Hafiz Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari, juz 4, kitab Al-Ijarah, hal.449 tentang hadits-hadits umur setiap umat manusia. Dimana hadits-hadits tersebut menunjukkan, bahwa masa umat islam adalah lebih dari 1000 tahun. Karena, hadits tersebut menerangkan, bahwa umur umat Yahudi adalah sama dengan umur umat nasrani ditambah dengan umur umat islam. Sedangkan para sejarawan bersepakat, bahwa umur umat yahudi adalah sejak diutusnya nabi Musa a.s. sampai diutusnya nabi Muhammad saw. Adalah sekitar 2000 tahun. Adapun umat nasrani adalah 600 tahun. (HR.Bukhari dalam sahihul bukhari kitab manaqib al-anshar)
    Kemudian al-hafiz juga berkata; ‘hadits tersebut juga mengisyaratkan tentang pendeknya masa yang tertinggal dari umur dunia.’ (ibid, hal 448).
    Imam Syuyuti dalam risalatul-kasyfi’an Mujawazati Hadzihil ummah al-alfa, hal 206, berkata;’hadits-hadits hanya menunjukkan, bahwa masa umat ini lebih dari 1000 tahun, dan tambahannya sama sekali tidak lebih dari 500 tahun.’
    Tambahan yang 500 tahun ini juga terdapat dalam hadits marfu’ dari sa’ad bin abi waqash, dimana Rasulullah saw. Bersabda; ‘Sesungguhnya aku berharap, bahwa umatku tidak akan lemah di depan rabb mereka dengan mengundurkan umur mereka selama setengah hari. Kemudian Sa’ad ditanya; berapakah lamanya setengah hari itu? Ia menjawab; lima ratus tahun. (HSR. Ahmad, Abu Dawud, Al-Hakim, Abu-Nu’aim dalam Al-Hilyah. Disahihkan oleh Al-Albani dalam As-Sahihah no.1643 dan dalam Al-jami’ pada beberapa tempat).
    Firman Allah Surat assajdah ayat 5 (32:5): “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”. (22:47) Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.
    Jadi, dengan berpegangan pada hadits-hadits tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa umur umat islam tidak lebih dari 1500 tahun dan tidak kurang dari 1400 tahun dan kita akan bersama sama memerangi kezaliman, terorisme dan fitnahan masihidajjal.

    Lathifah qalb dua jari
    dibawah punting susu kiri

    Lathifah akhfa qadirun di otak otak
    Lathifah khafi alimun di dahi

    bashirun susu kiri susu kanan
    Lathifah akhfa
    di tengah dada
    Lathifah sirr antara
    qalb dan akhfa dada
    Lathifah khafi antara
    ruh dan akhfa dada

    laa ilaaha illallaah

    samiun
    Nafs di pusar dan di otak pusar

    Lathifah ruh dua jari
    dibawah susu kanan
    Inti cara pendekatan diri pada yang Maha Mulia adalah dengan tarikan zikir secara ihsan
    Dan katakanlah, sesungguhnya inti sholat adalah mengingat Yang Maha Mulia (Allah), yaitu zikir secara ihsan, maka dirikanlah sholat yaitu zikir secara ihsan, baik dikala kamu berkendaraan, berjalan, berlari atau sedang duduk-duduk dan berbaring. Manusia mempunyai sepuluh latifah atau fakultas halus, lima diantaranya berkaitan dengan alam perintah dan lima lagi berkenaan dengan alam ciptaan, dimana yang disebut terdahulu adalah dunia eksistensi yang diciptakan Allah langsung melalui ucapan perintahnya, kun atau jadilah, dan tidak bersifat materiel, berada di atas Arsy singgasana Allah yaitu qalb, ruh, sirr, khafi, akhfa, sementara yang disebut terkemudian adalah segala sesuatu yang diciptakan secara evolusi dan bersifat materiel, ada di bawah singgasana Allah yaitu nafs dan empat unsur; tanah(Fe,Zn..), air (H2O), udara (H, CO2, O2,..) dan api yang disebut ion dan senyawanya.

    Yang dimaksud daerah kemungkinan adalah kedua alam ini. Latifah dalam alam perintah berhubungan dengan kehidupan batiniah seorang individu dan dengan sendirinya ada di badan; nafs ada di bawah pusar juga ada di tengah dahi antara alis mata, qalb di sisi sebelah kiri, dibawah puting susu, cahaya yang mengalir ke hati berwarna kuning, ruh disisi sebelah kanan dada, dibawah puting susu, warna latifah ruh adalah merah, akhfa di otak dan akhfa juga di tengah-tengah dada, warna latifah akhfa hijau, dan sirr tepat berada di antara qalb dan ruh, sirr juga di antara qalb dan akhfa dada, berdekatan dengan puting susu sebelah kiri, lebih ketengah dada, sejarak dua jari, warna latifah sirr putih, khafi terletak di dahi dan khafi juga ada di antara ruh dan akhfa dada, berdekatan dengan punting susu sebelah kanan, sejarak dua jari ke arah dada, dan menghadap lathifah as-sirr, warna latifah khafi adalah hitam. Prosedur zikir nama zat adalah dengan menekuk lidahnya keatas sampai menyentuh langit-langit mulut, dan mencamkan makna nama Allah yang maha Mulia yang serba meliputi, merasakan getaran energi mengalir dari latifah yang di tuju baik qalb, ruh, sirr, akhfa, khafi, nafs, dan empat macam unsur. Selama zikir berlangsung keterjagaan hati atau ihsan harus dilakukan bahwa Allah meliputi seluruh tubuh dan badan serta merasakan getaran energi Allah mengalir dari latifah yang di tuju. Fakultas kesadaran dan merasakan kehadiran Allah dianugerahkan kepada manusia dan ada dalam setiap diri manusia secara potensial. Untuk dapat menjadi aktif, Zikir qalb diulang 25000 kali perhari selama 40 hari, setelah itu cukup 5000 kali perhari, dapat dilakukan sambil duduk, berbaring, berjalan dan sesudah wudhu atau tanpa wudhu dan tidak harus menghadap kiblat, boleh dikata zikir ini bersifat tidak teratur, pikiran di arahkan ke hati dan hati kepada Allah, sampai hati menjadi aktif dengan mengingat Allah dengan sendirinya walaupun tubuh sedang bekerja dan lidah sedang bicara, hati akan tetap aktif zikir yaitu merasakan energi panas Allah meliputi hati dan memancarkan energi getaran dan gerakan panas yang dapat dirasakan, gejala merasakan adanya energi panas yang meliputi dan bergerak menyebar di bagian hati dekat dengan denyut nadi inilah yang disebut hati jadi aktif. Cahaya latifah qalb yang mengalir ke hati berwarna kuning. Latifah qalb adalah manifestasi salah satu nama Allah, yaitu al jabbar maha perkasa, asal usulnya adalah sifat Allah yang diistilahkan sebagai menciptakan dan menjadikan. Latifah ini dapat mencapai kesempurnaan apabila lenyap dan tenggelam dalam tindakan Allah, dan mewujud lewat tindakan-Nya semata, dalam keadaan fana al qalb atau kefanaan hati, sang hamba tidak sadarkan diri dan mengacukan segenap perbuatannya kepada Allah saja dan mengetahui bahwa segenap ciptaan berasal dari Allah, Pada hari tatkala kekayaan dan anak-anak tiada berguna, kecuali mereka yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.(QS Asy-syu’ara, 26:88-89). Dalam ayat al-qur’an tersebut terdapat isyarat ibadah hati hakiki yaitu hati yang didalamnya tidak ada berbagai perasaan yang mengganggu ketenangan jiwa, dan yang terbebas dari segala sesuatu selain Allah, yang bisa mengalihkan perhatiannya, disebut hati yang bersih, ini disebut pencerahan dari tindakan Allah atau kefanaan dalam hati, tandanya bahwa pengetahuan dan hubungan inderawi dengan segenap sesuatu selain Allah sama sekali terputus, yakni hati benar-benar melupakan segala sesuatu selain Allah, dan lebur dalam suatu keadaan dimana pengetahuan hal-hal lahiriah juga lenyap, yang ada hanya pengetahuan dan tindakan Allah yaitu pengetahuan ghaib yang sedang dilakukan atau akan terjadi atau sudah terjadi baik pada hati manusia maupun alam sekitar, sehingga dapat mengetahui sesuatu yang akan terjadi atau sedang terjadi atau sudah terjadi secara ghaib dari pengetahuan dan tindakan Allah tersebut, jika seorang hamba diberkahi dengan fana al qalb, maka ia termasuk golongan para wali. Barang siapa menjaga hati dari segala sesuatu selain Allah disebut memiliki hati atau telah mencapai kesatuan yaitu seseorang yang memiliki penyingkapan mistis atau seorang wali. Digambarkan dalam hadits qudsi: Bumi dan langit-Ku tidak sanggup memuat-Ku, tetapi hati seorang hamba mukmin yang saleh sanggup memuat-Ku. Kefanaan ini tidak bisa dicapai tanpa melewati daerah kemungkinan dan sepuluh tahap (1.tobat, 2.zuhud, 3.riyadhoh, 4.wara’, 5.qana’ah, 6.tawakal, 7.sabar, 8.syukur, 9.ridha, 10.cinta), jika tidak, maka dimungkinkan sang hamba akan tersesat menjadi dajjal, dikarenakan dia akan mengaku Allah secara sadar, dan mempunyai mata disebelah kiri yaitu di hati yang dapat melihat dan mengetahui kejadian ghaib yang disebut mata hati. Untuk itu, agar tetap diberkahi dengan fana al qalb, maka hati harus tetap bersih yaitu hati yang didalamnya tidak ada berbagai perasaan yang mengganggu ketenangan jiwa, dan yang terbebas dari segala sesuatu selain Allah, yang mengalihkan perhatian, sehingga melahirkan hati yang sadar akan zikir secara ihsan (seakan akan mengetahui dan melihat Allah, bila tidak bisa, serendah rendahnya iman, bahwa Allah selalu mengetahui dan melihat kita). Itulah anugerah Allah yang diberikan-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, dan Allah maha luas serta maha mengetahui. (QS Al maidah,5:54). Dengan dicapainya hati yang sadar akan zikir secara ihsan sebagai inti semua amalan dan perjalanan menuju Allah, berarti hati terbebas dari segala sesuatu selain Allah, serta memperoleh kekuatan untuk menanggung berbagai cobaan dan segala macam penyakit kehidupan, dan sesuai kehendak Allah, serta mengakhiri berbagai kesenangan inderawi. Jangan menginginkan penyingkapan mistis atau berbagai macam karamah, sebab tindakan-tindakan seperti ini tak lain hanyalah tipuan yang dilakukan oleh tukang-tukang sihir dan para kaum dajjal. Kemudian mengingat Allah dengan segenap raga hingga energi panas zikir meliputi seluruh tubuh dan memancar ke sekeliling tubuh, zikir pun serasa longgar dan terlepas dari setiap utas bulu di badan. Zikir ini menjadi aktif setelah mengaktifkan latifah an Nafs sebagai ujud esensi dan realitas dari empat macam unsur atau ion; air, udara, api, dan tanah. Seluruh nadi, urat syaraf, darah, dan tulang akan aktif zikir sendiri dan menjadi zakir, sehingga akan terdengar suara segala macam makhluk, bebatuan, pepohonan, dinding, pintu, bumi, langit, dan segala sesuatu sampai partikel yang paling kecil sekalipun, ini disebut zikir dari segala zikir atau zikir par excellence atau sulthan al adzkar. Tak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memujiNya, (QS Al isra,17;44)
    Dan barang siapa melakukan zikir ism adz zat, yaitu Allah, 12000 kali setiap hari dengan niat memperoleh keridhaan Allah (5000 kali untuk latifah qalb, 2000 kali latifah ruh, 1000 kali latifah sirr, 1000 kali latifah al khafi, 2000 kali latifah an nafs, 1000 kali latifah akhfa) dan istiqomah, maka disebut shahib al lafzh yaitu orang yang menguasai perbuatan dan perkataannya sendiri, dan mendapatkan apa saja yang diinginkan hatinya. Sebutlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu berjaya (QS Al anfal, 8;45) dan kepada Tuhanmu sajalah kesudahan (QS An Najm, 53;42)

    Silsilah Ir. Imam Sibaweh, ST
    Siapakah Ir. Imam Sibaweh, ST ? beliau adalah putra Almarhum Bp. KH. Ahmad Syafii. dari desa Kauman Bangsri Jepara. Sedangkan KH. Ahmad Syafii sendiri adalah putra KH. Imron dan KH. Imron sendiri masih keturunan dari Guru besar KH. Umar Banjaran Bangsri yang lebih terkenal dengan sebutan Mbah Umar Banjaran Bangsri, Mbah Umar banjaran sendiri masih keturunan dari KH.Abu Sujak, seorang Guru Besar Thorekat Naksyabandiyah yang sangat legendaries dengan karismanya dimana ketika 7 hari dari waktu pemakamannya setiap burung yang melintasi diatas makam beliau maka burung tersebut akan jatuh dan beberapa saat lagi baru bisa terbang lagi. KH. Abu Sujak lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Mbah Abu sujak, jika ditarik keatas Mbah Abu sujak masih keturunan dari Sunan Kalijaga dari Demak. Sedangkan dari silsilah Ibu, Ir. Imam Sibaweh, ST anak dari Ibu Hj. Mugheniyah Putri dari pasangan KH. Fathoni dan Hj. Masnin (bertempat tinggal di Jepara), KH. Fathoni sendiri masih keturunan dari Guru besar KH. Umar Banjaran Bangsri (Mbah Umar Banjaran), sedangkan mbah putri Hj. Masnin (Mbah Masnin) adalah kakak kandung dari KH. Hasan Mangkli magelang yang terkenal dengan sebutan Mbah hasan Mangkli magelang, yang terkenal dengan sebutan setengah wali, dikarenakan karisma-karismanya yang melegendaris, seperti ketika selesai mengimami jamaah jum’at selesai salam pertama. Pada salam kedua tiba-tiba beliau sudah tidak berada ditempat. Sedangkan Hj.Masnin dan KH. Hasan Mangkli sendiri adalah Putra Guru Besar Thorekat Qodiriyah dan Naksyabandiyah KH. Imam dari Kudus. KH. Imam Meninggal di Jepara. Tepatnya di JL. Kartini I/50 Kauman Jepara yang sekarang rumahnya masih didiami oleh Ir. Imam Sibaweh, ST. Dalam wafatnya mbah Imam meninggalkan banyak kitab-kitab dan tongkat, yang beberapa diminta oleh para kiay besar dari kerabat mbah Imam sendiri seperti keturunan dari Mbah KH. Abdul Ghoni kakak dari mbah Imam, mbah KH. Abdul Ghoni sendiri adalah ayah dari KH. Huddun yang memiliki pesantren di Mantingan. Semasa hidupnya Mbah Imam menghabiskan waktunya untuk menjalankan Thorekat Qodiriyah dan Naksyabandiyah dan mengajarkan kepada para santri-santrinya, salah satu santri kesayangannya adalah almarhum Mbah KH. Arwani menoro Kudus. Kalau ditarik keatas Mbah Imam masih keturunan dari Mbah KH. Umar Banjaran Bangsri juga. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa Mbah KH. Umar Banjaran Bangsri masih keturunan dari Mbah KH. Abu Sujak Kudus dan Mbah KH. Abu sujak masih keturunan dari Sunan Kalijaga Demak. Memang jaman dulu sebuah keluarga masih kuat menganut faham perjodohan untuk mengikat kembali tali keturunan dan silaturrahmi apabila memiliki kerabat yang bertempat tinggal berjauhan. Itulah silsilah keluarga dari Ir. Imam Sibaweh, ST.
    Ajaran Thorekat Imam Mahdi yang dibawa oleh Ir. Imam Sibaweh, ST.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: