Tanda-Tanda Kemunculan Imam Mahdi

Para ulama membagi Tanda-tanda Akhir Zaman menjadi dua. Ada Tanda-tanda Kecil dan ada Tanda-tanda Besar Akhir Zaman. Tanda-tanda Kecil jumlahnya sangat banyak dan datang terlebih dahulu. Sedangkan Tanda-tanda Besar datang kemudian jumlahnya ada sepuluh. Alhamdulillah, Allah sayang sama umat manusia. Sehingga Allah datangkan tanda-tanda kecil dalam jumlah banyak sebelum datangnya tanda-tanda besar. Dengan demikian manusia diberi kesempatan cukup lama untuk merenung dan bertaubat sebelum tanda-tanda besar berdatangan.

Banyak pendapat mengatakan bahwa kondisi dunia dewasa ini berada di ambang datangnya tanda-tanda besar Kiamat. Karena di masa kita hidup dewasa ini sudah sedemikian banyak tanda-tanda kecil yang bermunculan. Praktis hampir seluruh tanda-tanda kecil kiamat yang disebutkan oleh Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sudah muncul semua di zaman kita. Maka kedatangan tanda-tanda besar tersebut hanya masalah waktu. Tanda besar pertama yang bakal datang ialah keluarnya Dajjal. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa sebelum munculnya Dajjal harus datang terlebih dahulu Tanda Penghubung antara tanda-tanda kecil kiamat dengan tanda-tanda besarnya. Tanda Penghubung dimaksud ialah diutusnya Imam Mahdi ke muka bumi.

Dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengisyaratkan bahwa Imam Mahdi pasti datang di akhir zaman. Ia akan memimpin ummat Islam keluar dari kegelapan kezaliman dan kesewenang-wenangan menuju cahaya keadilan dan kejujuran yang menerangi dunia seluruhnya. Ia akan menghantarkan kita meninggalkan babak keempat era para penguasa diktator yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya dewasa ini menuju babak kelima yaitu tegaknya kembali kekhalifahan Islam yang mengikuti manhaj, sistem atau metode Kenabian.

لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ

رجل مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي

يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا

“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (HR abu Dawud 9435)

Lelaki keturunan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tersebut adalah Imam Mahdi. Ia akan diizinkan Allah untuk merubah keadaan dunia yang penuh kezaliman dan penganiayaan menjadi penuh kejujuran dan keadilan. Subhanallah…! Beliau tentunya tidak akan mengajak ummat Islam berpindah babak melalui perjalanan tenang dan senang laksana melewati taman-taman bunga indah atau melalui meja perundingan dengan penguasa zalim dewasa ini apalagi dengan mengandalkan sekedar ”permainan kotak suara”..! Imam Mahdi akan mengantarkan ummat Islam menuju babak Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah melalui jalan yang telah ditempuh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabatnya, yaitu melalui al-jihad fi sabilillah.

Imam Mahdi akan berperan sebagai panglima perang ummat Islam di akhir zaman. Beliau akan mengajak ummat Islam untuk memerangi para Mulkan Jabriyyan (Para Penguasa Diktator) yang telah lama bercokol di berbagai negeri-negeri di dunia menjalankan kekuasaan dengan ideologi penghambaan manusia kepada sesama manusia. Bila Allah mengizinkan Imam Mahdi untuk menang dalam berbagai perang yang dipimpinnya, maka pada akhirnya ia akan memimpin dengan pola kepemimpinan berideologi aqidah Tauhid, yaitu penghambaan manusia kepada Allah semata. Banyak ghazawat (perang) akan dipimpin Imam Mahdi. Dan –subhaanallah– Allah akan senantiasa menjanjikan kemenangan baginya.

تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ

ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللَّهُ

“Kalian perangi jazirah Arab dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian Persia (Iran), dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Rum, dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Dajjal, dan Allah beri kalian kemenangan.” (HR Muslim 5161)

Lalu apa sajakah indikasi kedatangan Imam Mahdi? Dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memberikan gambaran umum indikasi kedatangan Imam Mahdi. Ia akan diutus ke muka bumi bilamana perselisihan antar-manusia telah menggejala hebat dan banyak gempa-gempa terjadi. Dan kedua fenomena sosial dan fenomena alam ini telah menjadi semarak di berbagai negeri dewasa ini.

أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنْ النَّاسِ

وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad 10898)

Hadits berikut ini bahkan memberikan kita gambaran bahwa kedatangan Imam Mahdi akan disertai tiga peristiwa penting. Pertama, perselisihan berkepanjangan sesudah kematian seorang pemimpin. Kedua, dibai’atnya seorang lelaki (Imam Mahdi) secara paksa di depan Ka’bah. Ketiga, terbenamnya pasukan yang ditugaskan untuk menangkap Imam Mahdi dan orang-orang yang berbai’at kepadanya. Allah benamkan seluruh pasukan itu kecuali disisakan satu atau dua orang untuk melaporkan kepada penguasa zalim yang memberikan mereka perintah untuk menangkap Imam Mahdi.

يَكُونُ اخْتِلَافٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ هَارِبًا إِلَى مَكَّةَ فَيَأْتِيهِنَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيُخْرِجُونَهُ وَهُوَ كَارِهٌ فَيُبَايِعُونَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ

وَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثٌ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ فَيُخْسَفُ بِهِمْ بِالْبَيْدَاءِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ

“Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah, lalu mereka membai’at Imam Mahdi secara paksa, maka ia dibai’at di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Ka’bah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al-Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah.” (HR Abu Dawud 3737)

Saudaraku, sebagian pengamat tanda-tanda akhir zaman beranggapan bahwa indikasi yang pertama telah terjadi, yaitu perselisihan dan kekacauan yang timbul sesudah wafatnya seorang pemimpin. Siapakah pemimpin yang telah wafat itu? Sebagian berspekulasi bahwa yang dimaksud adalah Saddam Husein. Karena semenjak kematiannya, negeri Irak berada dalam kekacauan berkepanjangan. Wallahua’lam bish-showwab. Bila analisa ini benar berarti dewasa ini kita sudah harus bersiap-siap untuk berlangsungnya pembai’atan paksa Imam Mahdi di depan Ka’bah.

Saudaraku, bila ketiga peristiwa di atas telah terjadi, berarti Ummat Islam di seluruh penjuru dunia menjadi tahu bahwa Imam Mahdi telah datang diutus ke muka bumi. Panglima ummat Islam di Akhir Zaman telah hadir.. . Dan bila ini telah menjadi jelas kitapun terikat dengan pesan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sebagai berikut:

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ

“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Abu Dawud 4074)

Ya Allah, izinkanlah kami bergabung dengan pasukan Imam Mahdi. Ya Allah anugerahkanlah kami rezeki untuk berjihad di jalanMu bersama Imam Mahdi lalu memperoleh salah satu dari dua kebaikan: ’isy kariman (hidup mulia di bawah naungan syariat Allah) atau mut syahidan (mati syahid). Amin…

sumber : dari berbagai sumber

5 Responses

  1. sungguh seandainya Imam Mahdi memang muncul maka yang saya khawatirkan justru kalian semua yang pada saat ini sangat mengharapkan kemunculannya dan mendambakannya dan berikrar ingin membelanya mati-matian justru menjadi musuh bebuyutan dari Imam Mahdi karena keingkaran kalian.
    Dalam halaman-halaman berikut ini akan diuraikan ihwal arti dan makna ayat-ayat yang tersembunyi dalam al’qur’an dan hadits, khususnya datangnya dajjal dan bangkitnya Imam Mahdi a.s. dan nabi Isa a.s. saat ini, ditinjau dari hadits yang diterangkan oleh al-Hafiz Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari, juz 4, kitab Al-Ijarah, hal.449 tentang hadits-hadits umur setiap umat manusia. Dimana hadits-hadits tersebut menunjukkan, bahwa masa umat islam adalah lebih dari 1000 tahun. Karena, hadits tersebut menerangkan, bahwa umur umat Yahudi adalah sama dengan umur umat nasrani ditambah dengan umur umat islam. Sedangkan para sejarawan bersepakat, bahwa umur umat yahudi adalah sejak diutusnya nabi Musa a.s. sampai diutusnya nabi Muhammad saw. Adalah sekitar 2000 tahun. Adapun umat nasrani adalah 600 tahun. (HR.Bukhari dalam sahihul bukhari kitab manaqib al-anshar)
    Kemudian al-hafiz juga berkata; ‘hadits tersebut juga mengisyaratkan tentang pendeknya masa yang tertinggal dari umur dunia.’ (ibid, hal 448).
    Imam Syuyuti dalam risalatul-kasyfi’an Mujawazati Hadzihil ummah al-alfa, hal 206, berkata;’hadits-hadits hanya menunjukkan, bahwa masa umat ini lebih dari 1000 tahun, dan tambahannya sama sekali tidak lebih dari 500 tahun.’
    Tambahan yang 500 tahun ini juga terdapat dalam hadits marfu’ dari sa’ad bin abi waqash, dimana Rasulullah saw. Bersabda; ‘Sesungguhnya aku berharap, bahwa umatku tidak akan lemah di depan rabb mereka dengan mengundurkan umur mereka selama setengah hari. Kemudian Sa’ad ditanya; berapakah lamanya setengah hari itu? Ia menjawab; lima ratus tahun. (HSR. Ahmad, Abu Dawud, Al-Hakim, Abu-Nu’aim dalam Al-Hilyah. Disahihkan oleh Al-Albani dalam As-Sahihah no.1643 dan dalam Al-jami’ pada beberapa tempat).
    Firman Allah Surat assajdah ayat 5 (32:5): “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”. (22:47) Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.
    Jadi, dengan berpegangan pada hadits-hadits tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa umur umat islam tidak lebih dari 1500 tahun dan tidak kurang dari 1400 tahun dan kita akan bersama sama memerangi kezaliman, terorisme dan fitnahan masihidajjal.

    Lathifah qalb dua jari
    dibawah punting susu kiri

    Lathifah akhfa qadirun di otak otak
    Lathifah khafi alimun di dahi

    bashirun susu kiri susu kanan
    Lathifah akhfa
    di tengah dada
    Lathifah sirr antara
    qalb dan akhfa dada
    Lathifah khafi antara
    ruh dan akhfa dada

    laa ilaaha illallaah

    samiun
    Nafs di pusar dan di otak pusar

    Lathifah ruh dua jari
    dibawah susu kanan
    Inti cara pendekatan diri pada yang Maha Mulia adalah dengan tarikan zikir secara ihsan
    Dan katakanlah, sesungguhnya inti sholat adalah mengingat Yang Maha Mulia (Allah), yaitu zikir secara ihsan, maka dirikanlah sholat yaitu zikir secara ihsan, baik dikala kamu berkendaraan, berjalan, berlari atau sedang duduk-duduk dan berbaring. Manusia mempunyai sepuluh latifah atau fakultas halus, lima diantaranya berkaitan dengan alam perintah dan lima lagi berkenaan dengan alam ciptaan, dimana yang disebut terdahulu adalah dunia eksistensi yang diciptakan Allah langsung melalui ucapan perintahnya, kun atau jadilah, dan tidak bersifat materiel, berada di atas Arsy singgasana Allah yaitu qalb, ruh, sirr, khafi, akhfa, sementara yang disebut terkemudian adalah segala sesuatu yang diciptakan secara evolusi dan bersifat materiel, ada di bawah singgasana Allah yaitu nafs dan empat unsur; tanah(Fe,Zn..), air (H2O), udara (H, CO2, O2,..) dan api yang disebut ion dan senyawanya.

    Yang dimaksud daerah kemungkinan adalah kedua alam ini. Latifah dalam alam perintah berhubungan dengan kehidupan batiniah seorang individu dan dengan sendirinya ada di badan; nafs ada di bawah pusar juga ada di tengah dahi antara alis mata, qalb di sisi sebelah kiri, dibawah puting susu, cahaya yang mengalir ke hati berwarna kuning, ruh disisi sebelah kanan dada, dibawah puting susu, warna latifah ruh adalah merah, akhfa di otak dan akhfa juga di tengah-tengah dada, warna latifah akhfa hijau, dan sirr tepat berada di antara qalb dan ruh, sirr juga di antara qalb dan akhfa dada, berdekatan dengan puting susu sebelah kiri, lebih ketengah dada, sejarak dua jari, warna latifah sirr putih, khafi terletak di dahi dan khafi juga ada di antara ruh dan akhfa dada, berdekatan dengan punting susu sebelah kanan, sejarak dua jari ke arah dada, dan menghadap lathifah as-sirr, warna latifah khafi adalah hitam. Prosedur zikir nama zat adalah dengan menekuk lidahnya keatas sampai menyentuh langit-langit mulut, dan mencamkan makna nama Allah yang maha Mulia yang serba meliputi, merasakan getaran energi mengalir dari latifah yang di tuju baik qalb, ruh, sirr, akhfa, khafi, nafs, dan empat macam unsur. Selama zikir berlangsung keterjagaan hati atau ihsan harus dilakukan bahwa Allah meliputi seluruh tubuh dan badan serta merasakan getaran energi Allah mengalir dari latifah yang di tuju. Fakultas kesadaran dan merasakan kehadiran Allah dianugerahkan kepada manusia dan ada dalam setiap diri manusia secara potensial. Untuk dapat menjadi aktif, Zikir qalb diulang 25000 kali perhari selama 40 hari, setelah itu cukup 5000 kali perhari, dapat dilakukan sambil duduk, berbaring, berjalan dan sesudah wudhu atau tanpa wudhu dan tidak harus menghadap kiblat, boleh dikata zikir ini bersifat tidak teratur, pikiran di arahkan ke hati dan hati kepada Allah, sampai hati menjadi aktif dengan mengingat Allah dengan sendirinya walaupun tubuh sedang bekerja dan lidah sedang bicara, hati akan tetap aktif zikir yaitu merasakan energi panas Allah meliputi hati dan memancarkan energi getaran dan gerakan panas yang dapat dirasakan, gejala merasakan adanya energi panas yang meliputi dan bergerak menyebar di bagian hati dekat dengan denyut nadi inilah yang disebut hati jadi aktif. Cahaya latifah qalb yang mengalir ke hati berwarna kuning. Latifah qalb adalah manifestasi salah satu nama Allah, yaitu al jabbar maha perkasa, asal usulnya adalah sifat Allah yang diistilahkan sebagai menciptakan dan menjadikan. Latifah ini dapat mencapai kesempurnaan apabila lenyap dan tenggelam dalam tindakan Allah, dan mewujud lewat tindakan-Nya semata, dalam keadaan fana al qalb atau kefanaan hati, sang hamba tidak sadarkan diri dan mengacukan segenap perbuatannya kepada Allah saja dan mengetahui bahwa segenap ciptaan berasal dari Allah, Pada hari tatkala kekayaan dan anak-anak tiada berguna, kecuali mereka yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.(QS Asy-syu’ara, 26:88-89). Dalam ayat al-qur’an tersebut terdapat isyarat ibadah hati hakiki yaitu hati yang didalamnya tidak ada berbagai perasaan yang mengganggu ketenangan jiwa, dan yang terbebas dari segala sesuatu selain Allah, yang bisa mengalihkan perhatiannya, disebut hati yang bersih, ini disebut pencerahan dari tindakan Allah atau kefanaan dalam hati, tandanya bahwa pengetahuan dan hubungan inderawi dengan segenap sesuatu selain Allah sama sekali terputus, yakni hati benar-benar melupakan segala sesuatu selain Allah, dan lebur dalam suatu keadaan dimana pengetahuan hal-hal lahiriah juga lenyap, yang ada hanya pengetahuan dan tindakan Allah yaitu pengetahuan ghaib yang sedang dilakukan atau akan terjadi atau sudah terjadi baik pada hati manusia maupun alam sekitar, sehingga dapat mengetahui sesuatu yang akan terjadi atau sedang terjadi atau sudah terjadi secara ghaib dari pengetahuan dan tindakan Allah tersebut, jika seorang hamba diberkahi dengan fana al qalb, maka ia termasuk golongan para wali. Barang siapa menjaga hati dari segala sesuatu selain Allah disebut memiliki hati atau telah mencapai kesatuan yaitu seseorang yang memiliki penyingkapan mistis atau seorang wali. Digambarkan dalam hadits qudsi: Bumi dan langit-Ku tidak sanggup memuat-Ku, tetapi hati seorang hamba mukmin yang saleh sanggup memuat-Ku. Kefanaan ini tidak bisa dicapai tanpa melewati daerah kemungkinan dan sepuluh tahap (1.tobat, 2.zuhud, 3.riyadhoh, 4.wara’, 5.qana’ah, 6.tawakal, 7.sabar, 8.syukur, 9.ridha, 10.cinta), jika tidak, maka dimungkinkan sang hamba akan tersesat menjadi dajjal, dikarenakan dia akan mengaku Allah secara sadar, dan mempunyai mata disebelah kiri yaitu di hati yang dapat melihat dan mengetahui kejadian ghaib yang disebut mata hati. Untuk itu, agar tetap diberkahi dengan fana al qalb, maka hati harus tetap bersih yaitu hati yang didalamnya tidak ada berbagai perasaan yang mengganggu ketenangan jiwa, dan yang terbebas dari segala sesuatu selain Allah, yang mengalihkan perhatian, sehingga melahirkan hati yang sadar akan zikir secara ihsan (seakan akan mengetahui dan melihat Allah, bila tidak bisa, serendah rendahnya iman, bahwa Allah selalu mengetahui dan melihat kita). Itulah anugerah Allah yang diberikan-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, dan Allah maha luas serta maha mengetahui. (QS Al maidah,5:54). Dengan dicapainya hati yang sadar akan zikir secara ihsan sebagai inti semua amalan dan perjalanan menuju Allah, berarti hati terbebas dari segala sesuatu selain Allah, serta memperoleh kekuatan untuk menanggung berbagai cobaan dan segala macam penyakit kehidupan, dan sesuai kehendak Allah, serta mengakhiri berbagai kesenangan inderawi. Jangan menginginkan penyingkapan mistis atau berbagai macam karamah, sebab tindakan-tindakan seperti ini tak lain hanyalah tipuan yang dilakukan oleh tukang-tukang sihir dan para kaum dajjal. Kemudian mengingat Allah dengan segenap raga hingga energi panas zikir meliputi seluruh tubuh dan memancar ke sekeliling tubuh, zikir pun serasa longgar dan terlepas dari setiap utas bulu di badan. Zikir ini menjadi aktif setelah mengaktifkan latifah an Nafs sebagai ujud esensi dan realitas dari empat macam unsur atau ion; air, udara, api, dan tanah. Seluruh nadi, urat syaraf, darah, dan tulang akan aktif zikir sendiri dan menjadi zakir, sehingga akan terdengar suara segala macam makhluk, bebatuan, pepohonan, dinding, pintu, bumi, langit, dan segala sesuatu sampai partikel yang paling kecil sekalipun, ini disebut zikir dari segala zikir atau zikir par excellence atau sulthan al adzkar. Tak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memujiNya, (QS Al isra,17;44)
    Dan barang siapa melakukan zikir ism adz zat, yaitu Allah, 12000 kali setiap hari dengan niat memperoleh keridhaan Allah (5000 kali untuk latifah qalb, 2000 kali latifah ruh, 1000 kali latifah sirr, 1000 kali latifah al khafi, 2000 kali latifah an nafs, 1000 kali latifah akhfa) dan istiqomah, maka disebut shahib al lafzh yaitu orang yang menguasai perbuatan dan perkataannya sendiri, dan mendapatkan apa saja yang diinginkan hatinya. Sebutlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu berjaya (QS Al anfal, 8;45) dan kepada Tuhanmu sajalah kesudahan (QS An Najm, 53;42)
    Silsilah Ir. Imam Sibaweh, ST
    Siapakah Ir. Imam Sibaweh, ST ? beliau adalah putra Almarhum Bp. KH. Ahmad Syafii. dari desa Kauman Bangsri Jepara. Sedangkan KH. Ahmad Syafii sendiri adalah putra KH. Imron dan KH. Imron sendiri masih keturunan dari Guru besar KH. Umar Banjaran Bangsri yang lebih terkenal dengan sebutan Mbah Umar Banjaran Bangsri, Mbah Umar banjaran sendiri masih keturunan dari KH.Abu Sujak, seorang Guru Besar Thorekat Naksyabandiyah yang sangat legendaries dengan karismanya dimana ketika 7 hari dari waktu pemakamannya setiap burung yang melintasi diatas makam beliau maka burung tersebut akan jatuh dan beberapa saat lagi baru bisa terbang lagi. KH. Abu Sujak lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Mbah Abu sujak, jika ditarik keatas Mbah Abu sujak masih keturunan dari Sunan Kalijaga dari Demak. Sedangkan dari silsilah Ibu, Ir. Imam Sibaweh, ST anak dari Ibu Hj. Mugheniyah Putri dari pasangan KH. Fathoni dan Hj. Masnin (bertempat tinggal di Jepara), KH. Fathoni sendiri masih keturunan dari Guru besar KH. Umar Banjaran Bangsri (Mbah Umar Banjaran), sedangkan mbah putri Hj. Masnin (Mbah Masnin) adalah kakak kandung dari KH. Hasan Mangkli magelang yang terkenal dengan sebutan Mbah hasan Mangkli magelang, yang terkenal dengan sebutan setengah wali, dikarenakan karisma-karismanya yang melegendaris, seperti ketika selesai mengimami jamaah jum’at selesai salam pertama. Pada salam kedua tiba-tiba beliau sudah tidak berada ditempat. Sedangkan Hj.Masnin dan KH. Hasan Mangkli sendiri adalah Putra Guru Besar Thorekat Qodiriyah dan Naksyabandiyah KH. Imam dari Kudus. KH. Imam Meninggal di Jepara. Tepatnya di JL. Kartini I/50 Kauman Jepara yang sekarang rumahnya masih didiami oleh Ir. Imam Sibaweh, ST. Dalam wafatnya mbah Imam meninggalkan banyak kitab-kitab dan tongkat, yang beberapa diminta oleh para kiay besar dari kerabat mbah Imam sendiri seperti keturunan dari Mbah KH. Abdul Ghoni kakak dari mbah Imam, mbah KH. Abdul Ghoni sendiri adalah ayah dari KH. Huddun yang memiliki pesantren di Mantingan. Semasa hidupnya Mbah Imam menghabiskan waktunya untuk menjalankan Thorekat Qodiriyah dan Naksyabandiyah dan mengajarkan kepada para santri-santrinya, salah satu santri kesayangannya adalah almarhum Mbah KH. Arwani menoro Kudus. Kalau ditarik keatas Mbah Imam masih keturunan dari Mbah KH. Umar Banjaran Bangsri juga. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa Mbah KH. Umar Banjaran Bangsri masih keturunan dari Mbah KH. Abu Sujak Kudus dan Mbah KH. Abu sujak masih keturunan dari Sunan Kalijaga Demak. Memang jaman dulu sebuah keluarga masih kuat menganut faham perjodohan untuk mengikat kembali tali keturunan dan silaturrahmi apabila memiliki kerabat yang bertempat tinggal berjauhan. Itulah silsilah keluarga dari Ir. Imam Sibaweh, ST.
    Ajaran Thorekat Imam Mahdi yang dibawa oleh Ir. Imam Sibaweh, ST.

  2. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar …… Semoga Allah SWT Melindungi Kita Semua

  3. AMIN.Terimakasih atas komentarnya

  4. bagaimana cara imam mahdi menemukan sahabat2nya??
    apakah anda pernah bertemu sosok istimewa di alam gaib?(seorang lelaki muda yg bersih wajahnya)

  5. kalau anda bertanya kepada saya. Saya rasa saya belum pernah bertemu. Atau mungkin sudah, tetap saya lupa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: