Kontroversi Natal

Sebelumnya kita harus menyadari jika dunia kekristenan itu terbagi di dalam banyak sekali sekte dan kelompok, ratusan bahkan mungkin ribuan jumlahnya di seluruh dunia. Dan tiap-tiap kelompok itu memiliki kepercayaannya sendiri-sendiri yang tidak jarang berbeda atau saling bertentangan satu dengan lainnya. Jika orang kebanyakan mengetahui kaum Nasrani itu terbagi dua: Katolik dengan Kristen Protestan saja, atau Kristen Timur dan Kristen Barat saja, maka itu hal yang kurang tepat. Saya yakin, tidak ada angka yang pasti berapa sebenarnya jumlah sekte atau kelompok di dalam kekristenan itu sendiri. Dan anehnya, sebanyak itu tidak ada satu pun yang memiliki jawaban yang tuntas mengenai doktrin trinitas, misalnya. Bahkan banyak kalangan menyatakan, kian kita merumuskan atau merasionalkan doktrin tersebut maka kian bingunglah yang terjadi.

Soal Natal atau kelahiran Nabi Isa a.s. yang dipercaya sebagian besar umat Kristiani jatuh pada 25 Desember tiap tahun masehi, hal itu sesungguhnya tidak memiliki landasan yang kuat. Ada banyak tokoh gereja sendiri yang meragukan atau bahkan menyangkal jika tanggal tersebut merupakan hari kelahiran Nabi Isa a.s. Salah satunya yang paling populer adalah Herbert W. Amstrong, seorang Pastur yang memimpin Worldwide Church of God, AS. Amstrong juga seorang Pemimpin Redaksi majalah Kristen “Plain Truth” yang bertiras sekitar 8 juta eksemplar tiap bulan. Majalah ini didirikan pada tahun 1934, dan beredar ke seluruh dunia. Pada 1947, Amstrong membangun Ambassador College yang kini memiliki dua kampus besar di Pasadena California dan di Big Sandy, Texas.

Dalam bukunya yang fenomenal “The Plain Truth About Christmas”, Amstrong menegaskan jika Natal yang berasal dari Katolik Roma bukanlah ajaran Bible (Alkitab), dan Yesus pun tidak pernah memerintah para muridnya untuk menyelenggarakannya. Perayaan yang masuk dalam ajaran Kristen Katolik Roma pada abad ke empat ini adalah berasal dari upacara adat masyarakat paganisme.

“Karena perayaan Natal berasal dari Katolik Roma, dan tidak memiliki dasar dari kitab suci, maka marilah kita dengarkan penjelasan dari Katolik Roma dalam Catholic Encyclopedia, edisi 1911, dengan judul ‘Christmas’, anda akan menemukan kalimat yang berbunyi: “Natal bukanlah diantara upacara-upacara awal Gereja … bukti awal menunjukkan bahwa pesta tersebut berasal dari Mesir. Perayaan ini diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari ini, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus.”

Dalam Ensiklopedi itu pula, dengan judul “Natal Day,” Bapak Katolik pertama, mengakui jika, “Di dalam kitab suci, tidak seorang pun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini.”

Encyclopedia Britannica (1946), menjelaskan, “Natal bukanlah upacara-upacara awal gereja. Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible (Alkitab) juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.”

Encyclopedia Americana (1944) menyatakan, “Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya, umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut..” (“Perjamuan Suci” yang termaktub dalam Kitab Perjanjian Baru, hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus.) “…Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad keempat Masehi. Pada abad kelima, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari ”Kelahiran Dewa Matahari.” Sebab tidak seorang pun yang mengetahui hari kelahiran Yesus.”

Adalah fakta sejarah jika pada abad pertama masehi hingga abad ke tiga, perayaan Natal tidak pernah dilakukan oleh umat Kristen. Baru setelah abad keempat, perayaan ini mulai diselenggarakan oleh orang-orang Barat, Roma, dan Gereja. Menjelang abad kelima, Gereja Roma memerintahkan untuk merayakannya sebagai hari raya umat Kristen yang resmi.

Pastor Herbert W. Amstrong juga menyangkal pandangan resmi gereja Roma tentang kelahiran Yesus. “Amat mustahil jika Yesus dilahirkan pada musim dingin! (Di wilayah Yudea, setiap bulan Desember adalah musim salju dan hawanya sangat dingin). Saya berpegangan pada Injil Lukas 2:11 yang menceritakan suasana di saat kelahiran Yesus sebagai berikut:

“Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, di kota Daud.”

Amstrong melanjutkan, “Tidak mungkin para penggembala ternak itu berada di padang Yudea pada bulan Desember. Biasanya mereka melepas ternak ke padang dan lereng-lereng gunung. Paling lambat tanggal 15 Oktober, ternak tersebut sudah dimasukkan ke kandangnya untuk menghindari hujan dan hawa dingin yang menggigil. Bibel sendiri dalam Perjanjian Lama, kita Kidung Agung 2: dan Ezra 10:9, 13 menjelaskan bahwa bila musim dingin tiba, tidak mungkin pada gembala dan ternaknya berada di padang terbuka di malam hari.”

One Response

  1. Memang Yesus tidak dilahirkan di bulan Desember, karena saat itu memang belum ada pembagian bulan-bulan.
    Kelahiran Yesus dirayakan tanggal 25 Desember sebenarnya berasal dari kejadian yang pernah terjadi di Kekaisaran Romawi. Jadi pada waktu itu, tanggal 24 Desember (saya lupa tahun berapa) matahari sama sekali tidak bersinar di sana. Baru setelah tanggal 25, matahari kembali bersinar.
    Yesus merupakan terang, sama seperti matahari itu. Makanya sejak saat itu, tanggal 25 Desember dirayakan sebagai Hari Kelahiran Yesus Kristus atau yang dikenal dengan Natal.
    Itu menurut cerita yang saya dengar. Bila ada kekurangannya saya mohon maaf.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: