Dampak Dari Vitamin C

Tubuh manusia membutuhkan zat gizi untuk kelangsungan hidupnya, yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak (zat gizi utama), mineral (pospor, kalsium, mangan, zat besi, zing dll), elektrolit (natrium, kalium, clorida, bicarbonat, dll) dan vitamin (vit A, vit B1, Vit B2, vit B6, vit C, vit K, vit E dll)

Kebutuhan dan Manfaat Vitamin C

Kebutuhan vitamin C anak balita adalah 20 mg/hari, dan orang dewasa 85 mg / hari, kebutan tertinggi adalah pada ibu hamil yaitu 120 mg / hari. Kebutuhan ini sudah dapat terpenuhi dengan kita mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan, bahkan hanya dengan mengkonsumsi jambu biji merah seukuran kepalan tangan (kandungan vit c 300mg/100gr).

Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan alami yang larut dalam air yang paling efektif. Vitamin C (asam askorbat) dapat bertindak sebagai antioksidan primer atau sekunder. Secara in vivo, asam askorbat mendonorkan atom hidrogen sebagai antioksidan primer. Selain itu, vitamin C berperan dalam sintesis kolagen interseluler. Kolagen merupakan senyawa protein yang banyak terdapat dalam tulang rawan, kulit bagian dalam tulang, dentin, dan vasculair endothelium. Fungsi penting lainnya dari vitamin C adalah memperkuat dinding saluran pembuluh darah, sehingga dapat mencegah sariawan, wasir, atau varises. Vitamin C juga berperan dalam penyembuhan luka serta daya tahan tubuh melawan infeksi dan stress.

Bagaimana Jika Mengkonsumsi Vitamin C Dosis tinggi?

Vitamin C merupkan vitamin yang larut dalam air, sehingga jika ada kelebihan tidak bisa disimpan di tubuh, tetapi akan dibuang melalui ginjal. Konsumsi vitamin C dosis tinggi akan mempunyai dampak tidak baik bagi tubuh. Terlalu banyak mengkonsumsi vitamin C akan menyebabkan nyeri pada lambung dan bahkan menyebabkan diare. Hal ini disebabkan karena vitamin C yang bersifat asam. Akibat buruk kedua adalah penumpukan batu ginjal yang merupakan kristal kalsium oksalat, yang dihasilkan oleh reaksi antara asam oksalat, pecahan dari senyawa askorbat yang diekskresikan dalam urin, dengan kalsium. Kelebihan konsumsi vitamin C juga dapat mengakibatkan defisiensi vitamin B12 karena vitamin C dapat mengubah sebagian vitamin B12 menjadi analognya, bahkan salah satu dari analog-analognya itu adalah antivitamin B12.

Vitamin C sebagai antioksidan akan mendonorkan atom hidrogen radikal sehingga dapat menetralkan radikal tersebut. Namun dari reaksi ini dihasilkan pula radikal antioksidan. Apabila vitamin C dikonsumsi dengan dosis yang terlalu besar di luar kebutuhan, maka akan dihasilkan banyak radikal antioksidan sehingga vitamin C akan berubah menjadi suatu pro-oksidan.

Jadi…
Vitamin C itu merupakan substansi yang sangat penting yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Konsumsi vitamin C yang teratur sebaiknya dilakukan dengan dosis yang tepat sehingga fungsi vitamin tersebut menjadi optimal. Konsumsi vitamin C dalam jumlah yang besar (dosis tinggi) sebaiknya hanya dilakukan dalam masa penyembuhan dan tidak dilakukan secara rutin, serta menggunakan sumber vitamin C alami sebab penggunaannya yang tidak tepat dan berlebihan akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Selain juga merupakan pemborosan uang…

One Response

  1. Assalamualaikum om, Artikel U OK punya. Aku mau minta saran dari U buat aku yang sering sakit. Sebaiknya dosis Vit. C buatku usia 22 thn berapa yac Om? And Gimana biar ga gampang sakit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: