Memaknai Kembali Sang Khalik (1)

Dalam beberapa bulan yang lalu, saya melakukan pengamatan sederhana, dengan mengajukan tiga buah pertanyaan. Respondennya adalah mahasiswa saya sendiri, teman-teman kolega kerja, tetangga, teman-teman dari birokrat dan pengusaha. Jumlah keseluruhan mereka sekitar 30an orang, sangat sedikit untuk suatu data. Tentu kesimpulan yang diambil, akan jauh dari kesempurnaan validitasnya. Tapi tak apalah, paling tidak kesimpulannya bisa menjadi suatu indikator.

Saudaraku sekalian, pertanyaannya adalah; Pertama, apakah anada mempercayai adanya Tuhan? Kedua, Dimana Tuhan berada? dan yang Ketiga, (jika percaya), Apakah anda mencintai Tuhan? Jawablah dengan jujur dan dengan spontanitas.

Ketiga pertanyaan ini, saya ajukan tidak dengan lembar quisioner, tapi langsung dengan tanya jawab. Menarik kita amati kumpulan jawabannya. Untuk pertanyaan pertama, semuanya 100% menjawab, percaya, dengan mudah dan cepat menjawabnya. Bahkan sedikit meledek apakah sampeyan tidak percaya Tuhan.

Untuk pertanyaan kedua, jawaban mulai bervariasi. “Dimana ya?, mungkin di surga, entahlah yang pasti Allah mengawasi kita.” Ada yang menjawab di A’rasy Ada yang menjawab Jauh di luar jagat raya ini. Ada yang menjawab ada dimana-mana. Ada yang menjawab Tuhan Allah itu gaib, dan kita tidak tahu dimana, tapi yang pasti Dia Maha Besar tanpa batas. Dan lain sebagainya. Namun sebagian besar umumnya kebingungan untuk menjawabnya. Terakhir untuk pertanyaan ketiga hampir semuanya terdiam, tidak langsung menjawab, sepertinya berfikir. Kalau pun ada yang menjawab setelah itu, “ya saya mencintai Allah”. Lalu saya uber dengan pertanyaan keempat seperti apa cintamu pada Allah?, maka pertanyaan keempat ini dijawab dengan, “apa sih maksudnya nanya yang aneh-aneh begitu? Apa nggak ada pertanyaan lain yang enak dibicarakan?”. Sambil senyum saya jawab, “saya pingin tahu saja mas, apakah umat ini kenal dengan tuhannya”. Yah demikianlah sedikit bincang-bincang saya.

Saudaraku sekalian yang selalu dan selalu dalam kasih sayang Allah SWT, coba jawab 3 pertanyaan berikut. Pertama, apakah anda mengenal orang tua anda? (Tentunya pertanyaan ini untuk mereka yang memiliki keluarga normal dan harmonis). Kedua, Dimana oarang tua anda? Dan yang Ketiga, Apakah anda mencintai orang tua anda) Saya yakin ketiga pertanyaan ini jika diajukan kepada 500 orang, Insya Allah semuanya akan menjawab dengan sangat mudah dan tanpa beban. Mengapa? Karena substansi pertanyaannya semuanya sangat-sangat dikenal oleh yang ditanya dan betapa erat hubungan antara mereka.

Jika kita tarik hubungan kelompok pertanyaan awal dengan yang barusan, ada pertanyaan mendasar yang perlu kita jawab dan analisa bersama?

Pertama, Apakah sebagian besar umat islam ini mengenal Allah? Sifat-sifatNya? Dan kekuasaanNya dengan baik? Kedua Apakah sebagian besar kita ini sungguh-sungguh sudah mencintai Allah? Jika jawabannya ya, bahwa sebagian besar umat islam ini sangat mengenal Allah dan mereka sangat mencintai Allah. Baiklah mari kita jawab pertanyaan berikut, Mengapa, Republik Indonesia tercinta yang ± 87% penduduknya muslim ini, masuk dalam jajaran negara terkorup didunia? Lihatlah generasi mudanya dengan ikhlas hidupnya dalam budaya hedonis dan sangat permisif terhadap kemaksiatan. Lihatlah undang-undang pornografi dan pornoaksi terseok-seok untuk pengesahannya. Lihatlah MUI (Majelis Ulama Indonesia) pun sekarang sudah mulai digoyang-goyang dengan keras perannya, untuk dikerdili bahkan kalau bisa dibubarkan. Saudaraku mungkinkah jawaban itu, sesuai dengan realitas hati yang menjawabnya. Yah lagi-lagi kita terdiam.

Wahai umat yang mendapat amanah Allah, untuk umat terbaik dimuka bumi ini. Mari kita kumpulkan kembali semua ayat-ayat Al-Quran yang Allah memperkenalkan diriNya. Mari kita maknai ulang eksistensi Allah SWT dengan sebaik-baiknya. Sehingga kita menjadi umat seperti yang dikehendaki oleh Rasulullah, dalam hadisnya,

“Ya Umar, seperti apakah engkau mencintai Allah dan rasulnya?” lalu umar menjawab, “aku mencintai Allah dan rasulnya seperti aku mencintai diriku sendiri”. “Tidak ya umar. Engkau harus mencintai Allah dan rasulnya lebih dari engkau mencintai dirimu sendiri”. Lalu umar berkata “Aku mencintai Allah dan rasulnya lebih dari aku mencintai diriku sendiri”. Ya begitulah umar. Iman yang benar”, kata Rasulullah.

Sebagian kelompok orang yang mempercayai bahwa Tuhan ada, kita masih terbagi dalam beberapa golongan.

  • orang yang percaya pada Tuhan karena doktrin. Sejak kecil ia didoktrin oleh sekitarnya, orang tua, guru-gurunya bahwa Tuhan memang ada. Namun menjadi berbeda-beda tuhan satu kelompok denag kelompok yang lain. sehingga Tuhanmu berbeda nama, berbeda eksistensi berbeda kemampuan dengan Tuhan yang lain. dan masing-masing mengklaim Tuhannyalah yang benar.
  • Orang yang percaya kepada Tuhan karena logika dan rasio. Orang ini mencari Tuhan dengan kecerdasanya, karenanya dia benar-benar melihat dan merasakan hadirnya “Suatu Kekuatan Dahsyat” dalam kehidupannya. Dan itulah Tuhan.
  • Orang yang percaya Tuhan karena merasa membutuhkan kehadiranNya. Yang tanpa kehadiranNya, mereka merasa tidak berdaya. Inilah orang yang melakukan pendekatan kepada Tuhannya menggunakan Kesadaran Spiritual. Lewat agama apapun.
  • Orang yang memperoleh kesimpulan bahwa Tuhan yang ada di alam semesta ini sebenarnya adalah tuhan Yang Satu. Bukan bermacam-macam yang dianut oleh berbagai agama.

10 Responses

  1. Assalamu’alaikum Wr.Wb.Saya tertarik dengan judul diatas,kalau saya mau tanya bolehkan.didalam Rukun Iman yang pertama kita percaya kepada Alloh,apa buktinya kita percaya kepada Alloh?

  2. Bolehkah saya bertanya pula? Apa buktinya kita tidak percaya ALLAH?
    Hanya Kaum atheis yang tidak percaya ALLAH. Ketidak percayaan tersebut bukan karena tidak melihat ada pencipta di belakang kejadia di alam ini. Tetapi lebih kepada keterbatasan akal dan fikiran. Jadi Apa masalahnya kita tidak percaya kepada ALLAH. Dan ingat dalam rukun iman, bukan percaya (seperti yg anda katakan) Tetapi beriman! Kalau percaya hanya sekedar mempercayai, Tetapi kalau beriman, kita percaya dan tunduk kepada segala aturan yang ALLAH tetapkan!

  3. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah : 186)
    tidakkah kita merasa Dia dekat? jika tidak, mungkin karena memang kitalah yang tidak berusaha untuk mendekati-Nya. Astaghfirullah hal’adzim…

  4. Terimakasih Nashiyah. Itu lebih jelas. Cuma memang kita saja yang suka lupa pada yang dekat dengan kita, tapi malah yang jauh kita kejar selalu (dunia red)

  5. iya..memang begitu ya. kenikmatan dunia membutakan mata. mari silaturrahim pak…

  6. 1. Percaya adanya Allah
    Jika orang telah memahami ajaran Allah yang dibawakan oleh para Rosul2 Allah maka orang tersebut akan percaya 100 % adanya Allah Subhana huwatala.
    2. Allah berada dimana
    Allah berada lebih dekat dari urat nadi kita bagi orang2 yg telah mengkaji tentang ajaran Allah, sehingga setiap pandangan dan ber sikap hidup di dunia ini menurut ajaran Allah itu yang dikatakan IMAN. Karena bicara masalah Iman itu ada 3 faktor yang saling terkjait
    a.Kita harus tau dan memahaminya dengan ajaran Allah yaitu Al,quran, ( Al Asma, Suhup Ula, Jabur, Taurot, Injil )
    b. Akan menjadi Pandangan bagi yang telah tau dan memahami ajaran Allah sehingga setiap ucapan berdasarkan Ajaran Allah.
    c. Ajaran Allah harus Menjelama kepada Laku perbuatan kita.
    c. Mencintai Allah
    menciantai allah karena dengan Ajarannya, berdasarkan ajarannya itulah kita hidup mengabdi dan bergerak dari semua sektor sampai ajal menjemput.

    mudah2an kita diberikan inayah dan maunah dari Allah aamiiiin.

  7. 1. Percaya adanya Allah
    Jika orang telah memahami ajaran Allah yang dibawakan oleh para Rosul2 Allah maka orang tersebut akan percaya 100 % adanya Allah Subhana huwatala.
    2. Allah berada dimana
    Allah berada lebih dekat dari urat nadi kita bagi orang2 yg telah mengkaji tentang ajaran Allah, sehingga setiap pandangan dan ber sikap hidup di dunia ini menurut ajaran Allah itu yang dikatakan IMAN. Karena bicara masalah Iman itu ada 3 faktor yang saling terkjait
    a.Kita harus tau dan memahaminya dengan ajaran Allah yaitu Al,quran, ( Al Asma, Suhup Ula, Jabur, Taurot, Injil )
    b. Akan menjadi Pandangan bagi yang telah tau dan memahami ajaran Allah sehingga setiap ucapan berdasarkan Ajaran Allah.
    c. Ajaran Allah harus Menjelama kepada Laku perbuatan kita.
    3. Mencintai Allah
    menciantai allah karena dengan Ajarannya, berdasarkan ajarannya itulah kita hidup mengabdi dan bergerak dari semua sektor sampai ajal menjemput.

    mudah2an kita diberikan inayah dan maunah dari Allah aamiiiin.

  8. ass,wr.wb, sy ingin memberikan tanggapan tentang memaknai kembali sang kholik, dalam pembahasan diatas ada 3 pertanyaan yang diajukan kpd mahasiswa dll. pertanyaan pertama disebutkan diatas apakah anda percaya kepada Tuhan? melihat kenyataan bahwa setiap manusia pada dasarnya pada sanubarinya/bathinnya mengakui adanya tuhan tidak ada yg tidak mengakui bahkan kaum atheis sekalipun….buktinya apa? buktinya adalah semua manusia sebenarnya menyadari bahwa alam semesta ini tidak mungkin terjadi dengan sendirinya hal ini dapat dilihat pada peristiwa seorang ilmuwan Einstein yg sebenarnya adlh seorang atheis, melalui penelitian ilmiahnya dia menyadari ada sesuatu kekuatan besar yang mengerakan alam semesta ini, termasuk seorang karl max pun menyadari itu, namun ketika mereka menyadari itu maka dimulailah pencarian tentang Tuhan…yang pada akhirnya pencarian tsb tidak menemukan Tuhan sehingga mereka menyatakan bahwa Tuhan itu tidak ada sehingga mereka mendeklarasikan diri bahwa mereka tidak percaya Tuhan karena memang tidak menemukan, atau contoh suku Indian Yang menyembah api, bangsa jepang yang menyembah matahari, kaum quraisy yang menyembah berhala latta huja, mereka mengira api, matahari, pohon, latta huja dll adlah Tuhan hal ini karena disadari oleh mereka bahwa sang penguasa adalah api, matahari, latta huja……hal ini menunjukan mereka sebenarnya mengakui adanya Tuhan….NAMUN keliru di dalam penyembahanNYA krn menganggap matahari, pohon, api, latta huja sebagai tuhan….inilah bukti bahwa sebenarnya dasar agama ada pada manusia nya namun mereka keliru dalam pengertiannya, maka disini menjadi tugas utama para Nabi dan Rasul diutus untuk meluruskan pengertian tersebut….kondisi ini sangat kontras dengan kebanyakan orang sekarang yang mengaku beriman namun pada kenyataannya mereka sendiri tidak marifat kepada sang Rabb, inilah sebenarnya golongan orang yang munafik menyatakan sesuatu yg tidak sesuai dengan kenyataan….
    pertanyaan kedua mengenai dimana Tuhan berada? sebenarnya pertanyaan ini adlah pertanyaan yg tidak marifat kepada sang Robb….kenapa? karena sang Robb tidak dapat ditanyakan mengenai keberadaan krn keberadaan menunjuk kpd suatu tempat, sedangkan tempat adalh ciptaanNYA…..mana mungkin yang mencipta bertempat, sang Rabb tidak butuh tempat….maka dikatakan Qiyamuhu binafsihi….adapun dalil yang menyatakan ALLAH lebih dekat dari urat nadi, ini bukan menunjukan tempat namun menunjukan ALLAH meliputi segala sesuatu (Albaqarah)……demikian tanggapan singkat semoga bermanfaat….wass….

  9. Kl belajar agama waktu kecil pasti sampeyan sudah mengerti…,bahwa kita jangan memikirkan yang gaib karena sudah ada yang mengatur…,kita tinggal melaksanakan saja..,kl masih bertanya2 saya ragu ama sampeyan2..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: