Al-Fahmu

Al Fahmu bukan sekedar pengetahuan, tetapi pengetahuan yang jelas dan pengertian yang terang tentang Islam dan Amal Islami. Ilmu tentang Islam dan cara mengamalkannya harus dimiliki sebelum beramal. Amal tanpa ilmu adalah sia-sia. Ilmu yang benar dapat membedakan antara yang haq dan yang batil, mengarahkan amal dan menjadikannya berbobot. Ilmu dapat menimbulkan Khauf (takut) yang menjadi ciri para ulama’.

Firman Allah SWT :

“ Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamban-Nya hanyalah Ulama.” ( Qs. Al – Faathir : 28 )

Rasululloh SAW bersabda tentang pentingnya Ilmu dan pemahaman :

“Barangsiapa yang dikehendaki Allah mejadi baik, maka dipahamkannya tentang Ad-dien “

Islam adalah sistem menyeluruh yang menyentuh seluruh segi kehidupan. Ia adalah negara dan tanah air, pemerintahan dan umat, akhlak dan kekuatan, kasih dan sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu dan peradilan, materi dan sumber daya alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, pasukan dan pemikiran, sebagaimana ia adalah akidah yang lurus dan ibadah yang benar, tidak kurang dan tidak lebih.

Ini adalah prinsip dan rukun terpenting yang telah banyak dilupakan dan diabaikan oleh banyak orang. Allah SWT berfirman dalam surat An-Nahl : 89

Kami turunkan kepadamu al Kitab (Al- Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu.”

Rasululloh bersabda :

Saya meninggalkan kalian semua dalam keadaan yang sangat jelas, malammya seperti siangnya.

Siapapun yang mengamati nash-nash ini dapat memahami bahwa tidak ada suatu masalahpun yang terjadi pada orang mukalaf kecuali bahwa Allah SWT telah menetapkan hukumnya.

Semenjak orang-orang kafir menguasai bumi Islam dan putra-putra Isam mulai bersikap kebarat-baratan, mulailah Islam dipahami secara sektoral yang melahirkan krisis ke-Islaman dan krisi iman. Dari sini pulalah orang menerima dengan lapang dada masuknya berbagai perilaku non-Islam untuk menggantikan Islam. Mererka melupakan prinsip umum bahwa masyarakat muslimin sebenarnya tidak memiliki lagi ruang kosong yang dapat ditempati oleh ajaran non-Islam, karena Islam sendiri adalah ajaran yang sempurna dan komprehensif.

Para ahli fiqih telah menggariskan bahwa iman itu hanya akan sempurna jika diikuti dengan Islam (ketundukkan), dan keduanya menjadi syarat untuk memahami Islam.

Pemahaman ini semua dituangkan oleh Ustadz Hasan Al Banna dalam Ushul Isyrin (duapuluh Prinsip) produk dari pandangannya yang mendalam tehadap Al-qur’an dan As-sunah, perenungannya terhadap buku-buku akidah dan ushul fiqih, kristalisasi dari kepamahamannya akan syariat Allah serta pengetahuannya yang mendalam terhadap realitas kaum muslimin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: