FPI Di Bubarkan. HARUSKAH? Bagian 2

Apakah itu AKKBB? Sejak kapan berdirinya dan siapa sajakah yang terlibat dalam aliansi tersebut, sejumlah info yang ada AKKBB yang merupakan singkatan dari Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan. Merupakan gabungan dari massa yang banyak dan berkolaborasi, yaitu :

  1. Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)
  2. National Integration Movement (IIM)
  3. The Wahid Institute
  4. Kontras
  5. LBH Jakarta
  6. Jaringan Islam Kampus (JIK)
  7. Jaringan Islam Liberal (JIL)
  8. Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF)
  9. Generasi Muda Antar Iman (GMAI)
  10. Institut Dian/Interfidei
  11. Masyarakat Dialog Antar Agama
  12. Komunitas Jatimulya
  13. eLSAM
  14. Lakpesdam NU
  15. YLBHI
  16. Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika
  17. Lembaga Kajian Agama dan Jender
  18. Pusaka Padang
  19. Yayasan Tunas Muda Indonesia
  20. Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
  21. Crisis Center GKI
  22. Persekutuan Gereja-gereeja Indonesia (PGI)
  23. Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci)
  24. Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)
  25. Gerakan Ahmadiyah Indonesia
  26. Tim Pembela Kebebasan Beragama
  27. El Ai Em Ambon
  28. Fatayat NU
  29. Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta
  30. Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali
  31. Koalisi Perempuan Indonesia
  32. Dinamika Edukasi Dasar (DED) Yogya
  33. Forum Persaudaraan antar Umat Beriman Yogyakarta
  34. Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Solo
  35. SHEEP Yogyakarta Indonesia
  36. Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya
  37. Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya
  38. LSM Adriani Poso
  39. PRKP Poso
  40. Komunitas Gereja Damai
  41. Komunitas Gereja Sukapura
  42. GAKTANA
  43. Wahana Kebangsaan
  44. Yayasan Tifa
  45. Komunitas Penghayat
  46. Forum Mahasiswa Syariahse-Indonesia NTB
  47. Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok
  48. Forum Komunikasi Lintas Agama Gorontalo
  49. Crisis Center SAG Manado
  50. LK3 Banjarmasin
  51. Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulsel Makassar
  52. Jaringan Antar Iman se-Sulawesi
  53. Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG Kalsel) Banjarmasin
  54. PERCIK Salatiga
  55. Sumatera Cultural Institut Medan
  56. Muslim Institut Medan
  57. PUSHAM UII Yogyakarta
  58. Swabine Yasmine Flores-Ende
  59. Komunitas Peradaban Aceh
  60. Yayasan Jurnal Perempuan
  61. AJI Damai Yogyakarta
  62. Ashram Gandhi Puri Bali
  63. Gerakan Nurani Ibu
  64. Rumah Indonesia

Jadi AKKBB merupakan gabungan dari elemen masyarakat yang beragam gerakan. Tapi bisa dilihat didaftar itu juga terdapat juga perkumpulan/gerakan umat islam juga. Yang jadi pertanyaan, mengapa sesama umat islam menghunus pedang terhadap sesamanya. Bukankah kita saudara? Bukankah umat islam itu satu tubuh seperti yang digambarkan Nabi Muhammad SAW? Kalau gerakan umat islam itu masih berdasarkan satu nabi dan satu tuhan dengan syahadat yang sama? Mengapa harus berbenturan? Bukankah akan menambah senyuman dan sorak gembira bagi agama dan kepentingan lain?

Kalau satu umat saja berbenturan terhadap sesuatu yang pasti, bukankah itu konyol? Jangan sampai kita bermusuhan menghadapi musuh yang sama. Jangan sampai karena kita mengikuti pemimpin kita saja, tanpa berfikir apakah pemimpin kita itu benar atau salah! Ingat pemimpin juga manusia, mereka tidak punya wahyu dan bimbingan dari Allah, seperti para nabi.

Penulis kira gampang saja, kita kembalikan kepada Al-Qur’an dan Al Hadits. Kalau tidak sama atau melanggar kitab tersebut, berarti sudah melenceng dan murtad!. Apakah kita umat islam harus latah ikut-ikutan pemimpin kita, jika mereka berkata, tanpa dasar yang jelas, sebagai umat yang tidak bodoh, kembalikan saja kepada 2 kitab kita. (Al-Qur’an dan Al Hadits). Jangan mengikuti hawa nafsu dan kesetiaan yang semu. Karena suatu saat kalau kita di Tanya Allah, kita tidak bisa menyalahkan orang lain, tetap diri kita yang berdosa.

Mengenai ahmadiyah? Apakah ia merupakan bagian dari agama islam? Apakah ia seperti NU atau Muhammadiyah? Apakah NU dan Muhammadiyah tidak mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir? Tidak mereka mengakui. Bagaimana dengan Ahmadiyah? Tidak, mereka tidak mengakui. Mereka mengaku Mirza Gulam ahmad sebagai nabi, dan kitabnya pun bukan Al-Qur’an.

Apakah itu harus jadi pertentangan buat kita disini?Apakah itu kurang jelas dari Qur’an dan hadits yang menyatakan bahwa tidak ada nabi setelah Muhammad? Jangan kita kira agama lain yang menghancurkan islam. Tapi ternyata umat islam sendiri yang menghancurkan agamanya sendiri. Lihat saja di Pakistan? Tempat berdirinya Ahmadiyah pertamakali. Mereka saja sudah menyatakan Ahmadiyah bukan bagian dari agama islam, dan dibuat menjadi agama lain dan tempat ibadahnya pun bukan mesjid, gereja atau sinagog.

Kita disini masih saja berkutat tentang haram tidaknya Ahmadiyah? Terlarang tidaknya aliran ini? Semua sudah menyatakan Ahmadiyah bukan islam. MUI, Bakorpakem dan organisasi umat islam yang ingin menjaga kemurnian dan kedaulatan agama islam. Kalau bukan kita sendiri yang menjaga, siapa lagi?

Jadi penulis meminta kepada pemerintah dan presiden, apakah yang dipikirkan lagi? Semua sudah jelas. Jangan menunggu komando dari “X” yang hanya akan menghancurkan umat, agama dan Negara yang kita cintai ini.

Sebenarnya orang atau gerakan seperti FPI atau Pemuda Pancasila itu masih kita butuhkan di Indonesia ini. Gerakan-gerakan seperti itu adalah seperti kaum ulama yang menasehati dan memberi masukan kepada masyarakat bagaimana pemerintah harus bertindak, agar tidak menyalahi undang-undang dan amanat rakyat.

Jika saja Pemerintah berani menolak pesanan-pesanan dari pengaruh “luar” penulis yakin jika terdapat tekanan dari “asing” tersebut mereka-mereka inilah yang akan maju menyongsongkan diri melindungi Negara dan Presiden. Ingat Presiden dan Pemerintah tidak akan berdiri sendiri jika mereka juga berdiri dengan rakyat. Semoga Pemerintah dan Presiden diberikan keberanian seperti presiden pertama kita yang berani mengatakan “GO TO HELL” kepada siapa saja yang mengintervensi Indonesia. Jangan sampai kita dijadikan bahan tertawaan di dunia dan siksa di Akhirat. Penulis berdoa supaya presiden dan Pemerintah bersama dengan rakyat, dan bukan hanya slogan belaka. Sekali-kali kami minta katakanlah “TIDAK” demi harga diri Bangsa dan Negara. Ya Allah lindungilah Para pemimpin kami dari gangguan syetan yang terkutuk dan kembalikanlah mereka kepada kami.Amin ya robal alamin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: