FPI Di Bubarkan. HARUSKAH? Bagian 1

Hari Lahirnya Pancasila seharusnya dijadikan tonggak untuk menuju Indonesia yang sejahtera dan makmur, seperti yang ingin presiden pertama kita, Ir. Soekarno.

Namun apa yang terjadi pada tanggal 01 Juni 2008 merupakan suatu tamparan telak buat pemerintah. Dikarenakan satu persoalan yang berlarut-larut sehingga menjadikan berantai dengan masalah yang lain!

Contoh, benturan antara massa FPI yang mendukung diterbitkannya SKB untuk Ahmadiyah dengan massa AKKBB. Mengapa penulis mengatakan benturan, bukan penyerangan seperti yang diceritakan media massa. Seolah FPI menyerang tanpa ada alasan yang jelas dan membabi buta. Mengapa media massa seolah hanya meliput akibat dari penyerangan massa FPI, bukan melihat dari sebab mengapa terjadi penyerangan itu! Seperti diceritakan oleh FPI sendiri yang penulis kutip dari eramuslim.com

(Front Pembela Islam (FPI) mengeluarkan kronologis peristiwa rusuh yang terjadi pada hari Minggu, I Juni 2008 di Silang Monas. Inilah kronologisnya:

Massa Hizbut tahrir Indonesia berkumpul bersama ormas Islam lainnya melakukan aksi menolak kenaikan BBM di Jakarta menuju Istana negara. silahkan buka website resmi HTI. Di antaranya adalah: Perwakilan Serikat Kerja PLN, HTI, FPI, dan sebagainya.

Demo ini sudah mendapatkan izin dari aparat kepolisian setempat dengan pengawalan yang rapih dan ketat. Dengan kata lain demo ini adalah kegiatan yang resmi dan legal berdasarkan UU yang berlaku di republik ini. Pada saat yang bersamaan muncullah kelompok yang menamakan dirinya Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan berkeyakinan (AKK-BB) yang nota bene adalah pro Ahmadyah.

Seperti yang dilansir dalam siaran TV mengenai kegiatan AKK-BB ini sebelumnya tidak diperkenankan oleh Kepolisian terkait untuk melakukan aksi di wilayah Monas, Karena akan berbenturan dengan pihak yang tidak mendukung acara mereka. dengan kata lain, kegiatan AKK-BB ini tidak mendapat izin untuk melakukan kegiatan di wilayah Monas.

Melihat gelagat negatif ini, Pihak FPI mengisntruksikan beberapa personilnya untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh AKK-BB ini di wilayah aksi demonstrasi HTI. Ternyata mereka melakukan orasi yang menjelekan salah satu Ormas Peserta Demo dengan mengatakan ” Laskar Setan” dan sebagainya. Mendengar hal itu, personil FPI segera melaporkan kepada Laskar FPI mengenai temuan orasi tersebut.

Beberapa laskar FPI segera meminta klarifikasi kepada pihak AKK-BB mengenai hal ini. Pihak AKK-BB berusaha mengelak dan menjawab dengan sikap yang arogan sehingga membuat Laskar FPI kesal. Arogansi AKK-BB ini semakin menjadi dengan mengeluarkan sepucuk senjata Api dan menembakkan ke Udara 1 kali. Mendengar letusan ini, Laskar FPI mencegah perbuatan tersebut tapi ditanggapi dengan tembakan ke udara hingga 4 kali.

Melihat aksiyangarogan dan sok Jagoan, Laskar FPI makin kesal dan langsung melakukan pemukulan terhadap provokator. Tidak ada pihak anak-anak dan wanita yang menjadi sasaran amarah pihak FPI. Hanya oknum yang sok Jagoan dan Arogan yang telah mengejek dan menghina kafir kepada laskar FPI yang menjadi sasaran empuk di kerumunan massa aksi Demonstrasi BBM ini. Beruntung tidak semua elemen massa demo ini ikut memukuli pihak AKK-BB.

Diduga, AKK-BB adalah kelompok bersenjatayangsengaja disusupkan di dalam kegiatan demo BBM minggu 1 Juni 2008 di Monas dengan menyertakan anak kecil dan wanita dengan itikad menjatuhkan opini BBM menjadi opini pembubaran FPI dengan melakukan provokasi sebutan Laskar Kafir dan tembakan senjata api.

Kondisi terakhir pihak FPI menjadi obyek makian masyarakat bahkan intimidasi oleh Nahdlatul ulama dan elemen-elemen nya sehingga Fitnah perjuangan semakin terbukti kebenarannya bahwa Dakwah di Jalan Allah SWT akan ditebus oleh fitnah, intimidasi, makian negatif opini oleh kafirun dan munafikun bahkan kelompok orangyangmengatas namakan ahli ilmu dan ibadah seperti NU dan elemen2nya.)

Itulah kronologis yang terjadi, namun siapa yang akan percaya? Karena media sudah menunjukan bahwa FPI bersalah? Apakah seperti itu media massa Indonesia? Apakah orang media dan pemerintah yang mengaku beragama islam menusuk dari belakang

saudara kita sendiri. Seharusnya diteliti yang siapa benar dan siapa yang salah. Polisi harus bisa professional menghadapi persoalan ini, jangan karena media massa bicara begini dan begitu polisi ikut saja. Pemerintah dan presiden juga harus bisa berimbang dalam masalah ini. Karena seolah-olah hanya FPI saja yang kena imbasnya.

Adilkah pemerintah? Apa hanya dengan argument-argumen yang membenarkan diri sendiri saja yang dilakukan. Kalaupun pemerintah dan polisi berjanji menindaklanjuti semua yang bersalah pada peristiwa tersebut, tetapi kenapa hanya massa FPI saja yang di tangkap? Itu sepertinya jadi pertanyaan sendiri menurut apakah pemerintah dan polisi bertindak! Penulis tidak ingin berat sebelah menanggapi kejadian itu. Karena orang yang lebih pintar banyak mengomentari peristiwa itu. Tapi penulis kira orang awam pun tau kemana arah kebijakan pemerintah dan polisi itu sendiri. Seolah-olah disuruh oleh pihak tertentu untuk melakukannya. Jadi jangan kaget kalau DUBES AS pun ikut-ikutan latah mengadakan jumpa pers-nya. Gak salah? Apa hubungannya Amerika dengan peristiwa itu?

One Response

  1. Kalau kita mau berpikir lebih politis lagi, FPI merupakan “unregistred underbouw” dari partai PKS, terbukti dari pernyataan Riziq bahwa PKS akan menjadi tempat limpahan suara mereka.
    Dan PKS sendiri yang mengetahui hal ini tentunya mengambil advantage dari pernyataan tersebut, tapi tidak berupaya untuk menyetir polah “underbouw” mereka ini. Wallahualam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: