Turunnya Al-Masih Isa AS Putra Maryam

Termasuk tanda Kiamat kubro adalah turunnya Nabiyullah Isa putra Maryam dari langit. Turunnya Isa bin Maryam dari langit telah tertulis di dalam al-Qur’an al-Karim dan sunnah yang suci. Umat Muhammad saw telah menyepakatinya.

Firman Allah SWT, “Tidak ada seorang pun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepada Isa sebelum kematiannya.” (An-Nisa: 159).

Yakni mereka pasti beriman kepada Isa sebelum wafatnya setelah dia turun dari langit di akhir zaman sehingga agama menjadi satu yaitu agama Ibrahim yang lurus. Hal ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang tafsir ayat di atas dengan sanad yang shahih sebagaimana hal itu disebutkan oleh Ibnu Katsir dan imam-imam tafsir yang lain.

Di dalam ash-Shahihain dan lain-lainnya dari hadits Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda, “Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh telah dekat saatnya di mana Ibnu Maryam turun di antara kalian sebagai hakim yang adil, dia menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah, dan harta benda melimpah sehingga tidak seorang pun yang menerimanya.” Dalam riwayat lain, “Sehingga satu kali sujud lebih baik daripada dunia dengan segala isinya.” Kemudian Abu Hurairah berkata, “Bacalah jika kalian mau, ‘Tidak ada seorang pun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepada Isa sebelum kematiannya’.”

Di dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda, “Demi Allah, Ibnu Maryam pasti akan turun sebagai hakim yang adil, dia pasti menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah. Dan onta muda dibiarkan tidak ada yang mengambilnya, kebencian, permusuhan dan saling hasad pasti akan lenyap dan Isa menawarkan harta kekayaan tetapi tidak seorang pun menerima.” (HR. al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Adapun ijma’ maka umat Muhammad saw telah bersepakat atas turunnya Isa, tidak ada yang menyelisihi dalam hal ini. Ijma’ telah tercapai bahwa Isa turun dan berhukum kepada Islam bukan kepada syariat tersendiri walaupun dia tetap menjadi nabi. Di depan telah disinggung bahwa dia turun dan shalat sebagai makmum di belakang al-Mahdi sebagai bentuk penghormatan kepada umat ini. Kemudian Isa menerima kepemimpinan dari tangan al-Mahdi dan al-Mahdi menjadi pengikutnya dan membantunya membunuh al-Masih ad-Dajjal.

Ada yang berkata, Nabiyullah Isa dinamakan al-Masih karena usapan Zakariya kepadanya. Ada yang mengatakan karena dia mengusap bumi yakni memotongnya. Ada yang mengatakan karena dia mengusap orang sakit lalu dia sembuh. Ada yang mengatakan dari ‘Samahah’ (kedermawanan). Ada pula yang mengatakan lain dari semua itu… yang jelas terdapat perbedaan yang besar antara Isa Masih al-Huda dengan Masih ad-Dajjal.

Nama al-Masih untuk Isa tertulis di dalam al-Qur’an al-Karim dan sunnah nabawiyah yang suci. Dari Al-Qur’an firman Allah swt, “Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang berkata, ‘Sesungguhnya Allah itu ialah Al-Masih putera Maryam’.” (Al-Maidah: 17).

Firman Allah Taala, “…Al-Masih sendiri berkata, ‘Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu’.” (Al-Maidah: 7).

Firman Allah Taala, “Sesungguhnya Al-Masih putera Maryam itu adalah utusan Allah dan yang diciptakan dengan kalimatnya yang disampaikannya kepada Maryam.” ( An-Nisa’: 171)

Di dalam Shahih Muslim dari hadits Nawas bin Sam’an, Nabi saw bersabda, “…ketika Dajjal dalam kondisi demikian, Allah mengutus al-Masih bin Maryam.”

Adapun sifat-sifatnya maka Nabi kita saw telah menyatakan bahwa Isa adalah laki-laki berperawakan sedang tidak tinggi tidak pendek, berwajah bulat, berkulit kemerah-merahan, berdada lapang, orang yang paling mirip dengannya adalah Urwah bin Mas’ud ast-Tsaqafi.

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Antara diriku dengan Isa tidak ada nabi, dan sesungguhnya dia pasti turun. Jika kalian melihatnya maka kenalilah dia. Sesungguhnya dia berperawakan sedang, putih kemerah-merahan, dia turun di antara dua potong baju berwarna kekuning-kuningan, kepalanya seolah-olah menetes walaupun tidak basah, dia memerangi manusia di atas Islam, lalu dia mematahkan salib, membunuh babi dan menghapus jizyah. Pada masanya Allah menghancurkan semua agama kecuali Islam, dia membunuh al-Masih ad-Dajjal kemudian tinggal di bumi selama 40 tahun kemudian wafat dan kaum muslimin menshalatkannya.” (HR. Abu Dawud, al-Hakim dan Ibnu Khuzaemah)

Dari Abu Hurairah, Nabi saw bersabda, “Pada malam Isra’…. Dan saya bertemu dengan Isa. Lalu Nabi saw menjelaskan ciri-cirinya, ‘Orangnya sedang, kulitnya kemerah-merahan, seolah-olah dia habis mandi, saya melihatnya…’.” (HR. al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi)

Dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah saw bersabda, “Saya bertemu dengan para nabi, ternyata Musa…. Saya aku melihat Isa bin Maryam, ternyata orang yang paling mirip dengannya adalah Urwah bin Mas’ud….” (HR. Muslim dan at-Tirmidzi)

Dari Abdullah bin Abbas Rasulullah saw menceritakan malam Isra’nya, beliau bersabda, “Saya melihat Isa berperawakan sedang kemerah-merahan berambut lurus….” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Adapun tempat dan waktu turunnya maka ia di menara putih sebelah timur Damaskus dengan meletakkan kedua telapak tangannya di atas sayap-sayap dua malaikat, ini terjadi pada waktu fajar di mana kaum muslimin telah mengambil shaf untuk shalat, imam mereka telah maju seorang laki-laki shalih, sepertinya al-Mahdi untuk menjadi imam, ketika dia mengetahui Isa turun, dia mundur, dia meminta Isa untuk menjadi imam, tetapi Isa menolak. Akhirnya al-Mahdi shalat sebagai imam dan Isa shalat sebagai makmum sebagai penghormatan kepada umat ini.

Dari Nawas bin Sam’an hadits tentang Dajjal Rasulullah bersabda, “…lalu Isa turun di menara putih sebelah timur Damaskus dengan memakai dua potong baju yang dicelup za’faran dan wars, dengan meletakkan kedua telapak tangan di atas sayap-sayap dua malaikat, jika dia menundukkan kepalanya maka menetes dan jika dia mengangkatnya maka turunlah air seperti mutiara. Maka tidak ada seorang kafir pun yang mencium aroma nafasnya kecuali dia pasti mati dan nafasnya tercium dari jarak sejauh pandangannya….”

Dari Jabir bin Abdullah bahwa dia telah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Akan selalu ada dari umatku sekelompok orang yang berperang di atas kebenaran dengan kemenangan sampai hari Kiamat. Lalu Isa bin Maryam turun, pemimpin mereka berkata, ‘Kemarilah, shalatlah untuk kami sebagai imam.’ Isa menjawab, ‘Tidak, sesungguhnya sebagian di antara kalian adalah pemimpin sebagian yang lain’. Hal itu sebagai penghormatan Allah kepada umat ini.” (HR. Muslim)

Hafizh Ibnu Katsir dalam an-Nihayah berkata, “Inilah pendapat yang lebih masyhur tentang tempat turunnya Isa, yaitu di menara putih di timur Damaskus. Dan saya telah melihat di sebagian buku bahwa Isa turun di menara putih sebelah timur Jami’ Damaskus. Mungkin inilah yang lebih valid dan bunyi riwayatnya, ‘Maka dia turun di atas menara putih yang ada di timur Damaskus’. Jadi rawi membuat redaksi sendiri sesuai dengan apa yang dia pahami. Dan di Damaskus tidak ada menara yang dikenal dengan menara timur kecuali menara yang berada di timur Jami’ Umawi dan inilah yang lebih cocok dan lebih sesuai karena Isa turun pada saat didirikannya shalat…” (An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim I/192)

Semua itu terjadi dalam kondisi kaum muslimin sedang bersiap siaga berperang melawan Dajjal, berdasarkan hadits Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, “…ketika mereka sedang bersiap-siap untuk berperang, mereka merapatkan barisan, lalu didirikanlah shalat, maka Isa As turun dan memimpin mereka. Ketika musuh Allah melihatnya dia mencair seperti garam yang mencair bersama air, seandainya dia dibiarkan niscaya dia akan lumer sampai dia binasa, akan tetapi Allah ingin membunuhnya melalui tangannya, lalu dia menunjukkan darahnya di tombaknya kepada kaum Muslimin.” (HR. Muslim).

%d bloggers like this: