Malaikat

Kata malaikat merupakan jamak dari kata Arab malak (ملاك) yang berarti kekuatan. Jadi malaikat adalah kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah SWT.

Kata malaikat dalam bahasa Inggris, angel, berasal dari bahasa Latin, angelus, yang pada gilirannya meminjam dari kata Yunani γγελος, ángelos, yang berarti “utusan” (dua gamma “γγ” dalam bahasa Yunani diucapkan sebagai “ng”). Kata terdekat dalam bahasa Ibrani untuk malaikat adalah מלאך, mal’ach Templat : Strong, yang juga berarti “utusan”.

Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman. Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT. Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya, mereka tidak pernah berdosa. Tak seorang pun mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya.

Walaupun manusia tidak dapat melihat malaikat tetapi jika Allah berkehendak maka malaikat dapat dilihat oleh manusia, yang biasanya terjadi pada para Nabi dan Rasul. Malaikat selalu menampakan diri dalam wujud laki-laki kepada para nabi dan rasul. Seperti terjadi kepada Nabi Ibrahim.

Malaikat adalah salah satu makhluk Allah SWT yang diciptakan-Nya dari cahaya (nuur) dan diberikan kekuatan untuk senantiasa taat kepada-Nya tanpa bermaksiat sedikitpun. Tetapi walaupun tidak pernah sedikitpun bermaksiat kepada Allah SWT, malaikat adalah makhluq yang paling takut kepada azab Allah SWT, sebagaimana dalam hadits nabi SAW berikut :

“Apabila Allah menentukan suatu keputusan di langit, maka semua malaikat sama-sama memukulkan sayapnya karena tunduk kepada firman Allah SWT, sehingga seperti bunyi-bunyian yang sangat nyaring. Sehingga apabila telah mereda rasa takut dalam hati mereka, maka mereka saling berbisik satu sama lain: Apakah yang diucapkan oleh Allah? Maka jawab yang lain: Kebenaran, Dia adalah Maha Luhur lagi Maha Besar.”

Malaikat adalah makhluk Allah SWT dengan sifat-sifat sebagai berikut:

  1. Diciptakan dari nur (cahaya)
  2. Semuanya taat dan berbakti pada Allah SWT
  3. Tidak berjenis lelaki maupun perempuan
  4. Tidak membutuhkan makan, minum, maupun sarana-sarana fisik lainnya
  5. Tidak akan mati sebelum datangnya hari kiamat. Karena itu jumlahnya tidak dapat bertambah atau berkurang.
  6. Gaib, tidak dapat dilihat oleh manusia biasa
  7. Tidak pernah mengingkari Allah SWT dan berbuat dosa kepada-Nya
  8. Hanya mengerjakan apa yang diperintahkan dan tidak ada inisiatif untuk berbuat yang lain
  9. Diciptakan Allah SWT dengan tugas-tugas tertentu

Berbeda dengan ajaran Nashara dan Yahudi, Islam tidak mengenal malaikat yang terjatuh (Fallen Angel). Iblis adalah sebangsa Jin dan merupakan nenek moyang Jin, seperti Adam nenek moyang Manusia. Jin adalah makhluk yang dicipta oleh Allah dari ‘api yang tidak berasap’, sedang malaikat dicipta dari cahaya. Syaithan adalah para Jin (dan Manusia) yang selalu mengajak kepada kejahatan.

Malaikat tidak pernah lelah dalam melaksanakan apa-apa yang diperintahkan kepada mereka. Mereka tidak makan, minum atau tidur seperti manusia.

Mereka tidak bertambah tua ataupun bertambah muda, keadaan mereka sekarang sama persis ketika mereka diciptakan

Adapun ayat-ayat Al Qur’an yang menyebutkan tentang malaikat antara lain terdapat dalam surat:

  1. Al-Baqarah: 177 dan 285
  2. Ãli-‘Imrân: 39, 42, 124, dan 125
  3. An-Nisâ: 97 dan 172
  4. Al-Anfâl: 9 dan 12
  5. Al-Hijr: 8
  6. Al-Anbiyâ: 19-20
  7. Al-Ahzâb: 56
  8. Asy-Syûrâ: 5
  9. At-Tahrîm: 4 dan 6
  10. Al-Ma’ârij: 4

Tugas para Malaikat adalah :

1. Beribadah kepada Allah SWT dengan bertasbih kepada-Nya baik siang maupun malam tanpa rasa bosan maupun terpaksa.

2. Membawa wahyu kepada anbiya’ maupun para Rasul.

3. Memohon ampunan bagi kaum yang beriman.

4. Meniup sangkakala.

5. Mencatat amal perbuatan manusia dan jin.

6. Mencabut nyawa.

7. Memberi salam kepada para penghuni jannah.

8. Menyiksa para penghuni neraka.

9. Memikul arsy’ Allah SWT.

10. Memberi kabar gembira dan memperkuat kondisi kaum mukminin.

11. Mengerjakan berbagai pekerjaan lain selain di atas, seperti melarang perbuatan maksiat & memberikan pelajaran, membagi tugas & pekerjaan, membawa kebaikan, menyebarkan rahmat, membedakan antara benar & salah.

%d bloggers like this: