Reiki Dalam Islam

Reiki adalah sebuah teknik dari Jepang yang digunakan untuk mengatasi stress, relaksasi dan juga untuk penyembuhan. Reiki mempunyai satu pengertian “energi kehidupan”. Sebuah energi yang tak dapat dilihat mengalir di dalam diri kita, dan energi ini dirancang oleh sang Pencipta dan telah diprogram untuk tubuh manusia supaya bisa bekerja dalam mempertahankan kehidupan. Jika “energi kehidupan” seseorang rendah, maka ia akan sakit atau merasa stress, dan jika energi kehidupan seseorang tinggi, maka ia akan menjadi bahagia dan sehat.

Reiki berasal dari dua kata dalam bahasa Jepang – Rei mempunyai arti “Kebijaksanaan Tuhan atau Kekuasaan yang lebih Tinggi” dan Ki mempunyai arti “energi kekuatan hidup”. Dengan demikian istilah Reiki mempunyai arti “energi kehidupan yang dikendalikan secara spiritual. Orang yang sudah mengalami sebuah attunement reiki (Yaitu sebuah proses penyelarasan energi) akan mempunyai aura bersinar yang sangat bagus, mengalir di sekelilingnya.

Nah disinilah masalahnya, saya tidak akan menyatakan Reiki itu boleh atau tidak, karena pertanyaan tentang boleh atau tidaknya lebih baik ditanyakan langsung kepada Ustadz atau Ulama yang mumpuni dalam keilmuan di bidang akidah. Hanya saja, proses attunement atau penyelarasan energi ini merupakan sesuatu yang tidak dikenal dalam Islam. Prosesnya nyaris sama dengan proses pengisian ilmu-ilmu kedigdayaan, yakni obyek harus duduk diam bersemedi dan sang guru aktif melakukan ritualnya.

Reiki termasuk dalam ilmu-ilmu esoteris yang memiliki banyak nama dan aliran, di mana ilmu esoteris ini sejak zaman purba telah dilakukan banyak orang. Keyakinan Kabbalah melakukan ini, demikian pula Freemasonry atau Theosofist di zaman Hindia Belanda. Ciri-cirinya hampir sama yakni dengan melakukan dialog dengan alam ghaib, penuh dengan simbol-simbol, doa-doa khusus (mantra), penggunaan sihir, bantuan mahluk halus bernama jin, dan sebagainya. Padahal Islam tidak mengenal itu semua, bahkan mengkategorikan sebagai perbuatan syirik, yakni dosa besar yang tak terampuni. Islam telah cukup untuk keseluruhan, termasuk dalam hal pengobatan dan kesehatan.

Bagi yang ingin mengetahui tentang seluk-beluk Reiki, silakan searching di mesin pencari di internet, sangat banyak. Demikian pula dengan segala kontroversinya. Saya disini hanya ingin menegaskan jika Reiki memiliki kesamaan dengan ilmu-ilmu Kabbalah, ritus-ritus paganisme purba, dan sejenisnya. Wallahu’alam bishawab

sumber : sunatullah.com

About these ads

5 Responses

  1. senang ada seseorang yang berusaha menempatkan masalah pada posisinya. Walaupun demikian tetap saja pembahasan akan tetap berbau-bau subjectivitas dari orang yang membahasnya. Itu tidak masalah, karena Kebenaran bukan milik satu orang yang hanya mampu melihat masalah dari satu sisi.
    Mengenai reiki juga saya rasa memang pasti terpengaruh dari sistem-sistem yang sudah ada sebelumnya, yang kebetulan memang sumbernya dari tradisi zen buddhist. Kalau mau dirunut lagi tentu buddhisme sendiri pasti, mereferensi dari ajaran-ajaran sebelumnya, hindu misalnya??? selanjutnya hindu dari mana??
    Well… kalau mau jujur silahkan sistem dari islam dari mana kalau tidak ada referensi dari masa sebelumnya? puasa nabi 40 hari di gunung tsur itu, sebelum mendapatkan wahyu ‘iqra’, dari mana? Pendapat saya, segala sesuatu di alam ini senantiasa mengalami perubahan, silahkan perhatikan, dan saling mempengaruhi.
    Ini komentar saya, semoga menambah luas wawasan kita.

  2. Hmm.. Rencananya sy mau ikut reiki,, jd bingung

  3. Aslm,sy jadi bimbang karena sy baru sja ikut training reiki lebih tepatnya shambala,ada beberapa hal yg saya sangat tidak nyaman ketika mengikuti training:
    1.ada permohonan di afirmasi yg aneh
    2.simbol2 logo yang juga aneh
    3.ada beberapa lambang freemanso

    saya mau sharing ketika mengikuti training ,master sy menyuruh sy mengucapkan sesuatu tetapi karena bertentangan dengan ilmu agama saya maka saya tidak mengikuti dan ketika mengucapakan mantra2 yg tidak jelas sy mengganti dengan Asmaul Husna dan Subhanallah ternyata jauh lbih powerfull mohon saya diberi masukan apa sebaiknya yg sy lakukan mksh

  4. Saya dulu ikut reiki karena semangat sehat dan membantu orang lain.Setelah tahu sedikit ttg ini, saya berhenti berpraktisi. Sesuatu yang mubah memang lebih baik ditinggalkan. Bukankah ini sebenarnya pilihan mudah jika kita memang ingin berhati-hati, karena keterbatasan ilmu kita….

  5. saya pernah mencoba berlatih reiki. tapi sy smakin mngerti ada yg tidak beres. energi2 dan semacamnya, apalagi sesuatu yg berhubungan dgn bantuan malaikat dll. sy rasa, ini tantangan bagi muslim saat ini. apakah konsisten sesuai rambu2 atau tidak. ketika bnyk kejadian berbagai macam penyakit sampai yg aneh2. pd akhirnya, apakah mrk akan tetap berpegang kepada akidah ataukah merelaknnya dan mncari cara atau mgkn sj dgn membaurkan untuk membolehkan sesuatu yg tidak dibenarkan dlm islam?

    sy stuju jika reiki itu berhubungan dgn berbau pagan. dinilai dari sejarah dan unsur2 didalamnya. Rasulullah jg tidak mengajarkan menggunakan energi2 apapun dgn cara meditasi atau melakukan syarat2 tertentu dsb. yg sy pahami, Rasulullah mengajarkan kita untuk dekat kepada Allah swt dgn cara menjalankan syari’atnya untuk memahami kehidupan ini dan mencintaiNya sepenuh hati. jadi, mengapa kita harus melakukan hal2 sprt reiki? sy rasa ada yg berbeda dari filosofi reiki dgn akidah islam. reiki menekankan menggunakan energi alam semsta seakan-akan manusia meminta energi pada sesuatu yg sy rasa bias maknanya-kalo didefinisikan energi itu dari Allah (ada pula usaha mebuat berbau islam agar diterima kaum muslim dan ada jg yg brusaha mengilmiahkan agar mudah diterima masyarkat yg cenderung menggunakan kelogisan).

    sedangkan dalam islam kita berpasrah diri dan hanya Allah lah t4 meminta pertolongan. jadi, yg sy pahami jika mengamalkan reiki, sbnrnya ada kecacatan dlm meyakini kekuasaan Allah. kalaupun mengamalkan menggunakan ayat2 alqur’an yg disyariatkan, semestinya enggan menggunakan istilah energi reiki atau aliran2 tertentu. itu memberi dampak bias dlm pemahaman dan menimbulkan kebimbangan dalam hati manusia. dan mnurut sy ilmu2 penyembuhan smacamnya yg bersifat metafisik, sbaiknya harus berhati2 dgn fitnah syaitan. yg sy pahami sebaiknya dikembalikan kpd Allah swt dan kita melakukan usaha yg tidak meremehkan Allah swt.

    mnurut sy, sebaik2nya ilmu atau hal2 yg berbau aneh adalah yg tidak dilakukan dgn belajar kpd seorang guru dan juga yg tidak diakui sebagai milik dari seorang makhluk, yg krn nantinya akan condong mengkultuskan makhluk. sy mgkn bisa bilang, plesetan karamah, sesuatu yg karamah itu, bukan pada org2 yg ingin krn sesuatu pribadi bahkan sampai hal trsbut dpt dipelajari dari guru. hal trsbut sangat dekat dn fitnah. yg sy pahami, Karamah itu diberikan kpd hamba Allah yg benar2 mencintaiNya tanpa melakukan hal2 yg menafikkan berbagai sisi antara dunia dan akhirat. saya yakin karamah itu ada, tp ia bukanlah hal yg bisa dipelajari. krn itu adalah kekuasaan Allah swt yg menyayangi hambanya. dan hambanya tak akan ingkar dgn mengakui sesuatu trjadi krn dirinya, melainkan itu krn Allah swt. dan org yg diberi karamah sy yakin, ia tidak akan senang hal tersebut dibicarakan bahkan diketahui org lain (hingga ada yg menatakan si dia hebat, punya ilmu2 dan blablabla). cukuplah itu menjadi rahasia Allah dan kekasihnya sebagai Hamba Allah yg disayangi.

    maaf jika tidak mengenakkan dihati yg membaca jjika komentar sy kepanjangan dan bertentangan dgn pendapat yg membaca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers

%d bloggers like this: